Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri pilih dokter gigi. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

pilih dokter gigi sesuai spesialisasi (bag_3_habis)

4 komentar


Sabtu lalu, mas Zafran mulai penanganan terakhir masalah gigi. Yup, klo buibu yang sudah ngikutin crita tentang gigi mas Zafran, ini crita terakhir dari proses penambalan dan pembersihan gigi. tindakan sebelumnya, ada disini.

Selain ditambal, tindakan terakhir ini juga untuk membersihkan karang gigi. Gigi atas ini ada dua lubang. Gak terlalu dalam memang. Tapi perlu ditambal biar gak mengganggu proses makan. Seperti biasa dokter gigi J menyapa ramah kedatangan kami.

Setelah proses tambal selesai. Dokter juga mengecek kondisi tambalan sebelumnya. Saya kira, tambalan sebelumnya rusak. Soalnya kayak ada lubang lagi. tapi ternyata, kata dokter J tidak apa-apa. memang seperti itu bentuk tambalan permanen.

Nah, cerita kali ini bu, saya mau buka rahasia nih, siapa sebenarnya dokter J hehehe… dari kemarin pada penasaran dong ya. Siapa tahu bisa jadi rekomendasi buat buibu kalau mau memeriksakan gigi anaknya.

Dokter J adalah….. (drum roll)

Dokter gigi Jimmy Husdi, Sp.perio. beliau praktek di rumah sakit Mitra Keluarga Waru, Sidoarjo. Jadwal praktek hari Rabu, Sabtu dan Minggu. atau buibu bisa cek langsung di web RS Mitra Keluarga Waru.

Loh kok Sp.perio bu bukan Sp.KGA?! yup, ini yang mau saya jelaskan. Ternyata spesialis dokter gigi ada bermacam-macam. Harusnya, untuk memeriksakan gigi mas Zafran kemarin, saya cari dokter gigi spesialis gigi anak. Tapi, karena kurangnya pengetahuan saya tentang dokter gigi, saya pilih random dokter gigi yang tersedia di RS itu. Cerita tentang pilih memilih dokter gigi ini ada disini.

Jadi, biar buibu gak bingung mau memilih dokter gigi, baik untuk anak maupun penanganan gigi dewasa, sebaiknya, cek dulu spesialis dokter gigi yang tercantum di belakang nama dokter gigi.

“Lah, kan itu singkatan bu, mana kita tahu kepanjanganya?!” begitu kata netizen penasaran hahaha

Ini bu, saya kasih daftar spesialis dokter gigi. Biar buibu sekalian, bisa mendapat dokter gigi yang tepat sesuai keluhan masing-masing.
pict: google
1. Spesialis Bedah Mulut (SpBM)

Keahlian yang dimiliki adalah melakukan tindakan bedah rahang, penanaman implant gigi, operasi gigi bungsu dengan berbagai faktor penyulit, operasi tumor dan keganasan pada kepala, leher dan rongga mulut, tindakan perawatan celah bibi dan langit-langit mulut, bedah koreksi asimetri wajah dan bedah sendi rahang dan sebagainya. Untuk menjadi spesialis dokter gigi ini butuh 10 semester. Ya sapa tahu buibu nanti anaknya mau jadi dokter spesialis bedah mulut. Jadi saya informasikan aja berapa lama belajarnya J

2. Spesialis kedokteran gigi anak (SpKGA)

Naini, seharusnya mas Zafran pake dokter gigi dengan spesialis kedokteran gigi anak. Soalnya spesialis ini menangani seluruh masalah kesehatan gigi anak, mengarahkan pertumbuhan dan masalah perkembangan gigi-gigi mereka, membantu menghindari masalah kesehatan gigi di masa akan datang dengan pendekatan sesuai psikologis anak, sehingga anak tidak aka mengalami trauma untuk pergi ke dokter gigi. Pendidikan gokter gigi spesialis ini bisa ditempuh 5 semester saja. lebih pendek dari dokter spesialis bedah mulut tadi.

Nah, karena sudah nyaman dengan dokter Jimmy kemarin, saya jadi enggan beralih ke dokter gigi lain. Sepertinya, harus mulai dari awal lagi klo pindah dokter. Jadi, saya tetap pakai dokter Jimmy yang baik hati.

3. Spesialis Konservasi Gigi (SpKG)

Jangan sampai ketuker sama SpKGA ya bu, beda A aja bisa beda keahlian. Keahlian yang dimiliki oleh seorang SpKG adalah perawatan dan pencegahan gigi berlubang, penambalan gigi sesuai dengan kasus (pembuatan veneer, mahkota, pasak, onlay, inlay), perawatan gigi berlubang dalam yang sudah mencapau ke ruang syaraf dan pembuluh darah gigi (perawatan saluran akar gigi), dentin hipersensitif, fraktur mahkota gigi, lesi karies radiasi, gigi avulsi, bedah endodontic, pemutih gigi eksterna dan interna dan sebagainya. Sama dengan SpKGA, pendidikan spesialis dokter gigi ini bisa ditempuh selama 5 semester.

4. Spesialis Penyakit Mulut (SpPM)

Ini bukan dokter spesialis khusus buibu julid follower lambe-lambe ya bu wkwkwkwk. Klo itu gak perlu ke dokter gigi, ke psikolog aja kayaknya hihihi.

SpPM ini punya keahlian perawatan kesehatan mulut pada pasien kompromis medik dan diagnosis serta pengelolaan non bedah pada kelainan atau penyakit sistemik di rongga mulut serta perawatan kesehatan gigi dan mulut bagi pasien kompromis medik. Perawatan luka, sariawan yang tak kunjung sembuh, dan tonjolan pada jaringan lunak mulut yang disebabkan berbagai penyakit sistemik.

5. Spesialis Ortodonsia (SpOrt)

Keahlian yang dimiliki spesialis Ortodonsia adalah mendiagnosa kelaimam pertumbuhan dan perkembangan gigi dan wajah (dentofasial). Serta cara penanggulangannya melalui upaya preventif, interseptif dan kuratif baik secara bedah maupun non bedah. Ini berguna untuk mengembalikan fungsi system pengunyahan dan estetika yang optimal.

6. Spesialis Periodonsia (SpPerio)

Ini dia spesialis yang dimiliki dokter gigi Jimmy. Spesialis ini memiliki keahlian perawatan jaringan pengukung gigi seperti perawatan gusi berdarah, gusi meradang, penurunan gusi, gigi-gigi yang goyang, menghilangkan karang gigi, bedah periodontal dan sebagainya.

7. Spesialis Prostodonsia (SpPros)

Dokter denganspesialis ini ahli di bidang pembuatan restorasi gigi asli dan atau penggantian gigi hilang beserta jaringan lunak rongga mulut dan maksilofasial dengan bahan pengganti buatan antara lain pembuatan gigi tiruan cekat dan lepasan, pembuatan veener, perawatan gangguan sendi rahang, pemasangan implant gigi dan sebagainya.

8. Spesialis Radiologi Kedokteran Gigi (SpRKG)

Keahlian yang dimiliki adalah menganalisa dan menginterpretasikan gambaran radiologi gigi.

Jika buibu bingung dengan istilah medis, sebaiknya tanyakan ke rumah sakit terkait. Tentang keluhan sakit dan rekomendasi dokter spesialis agar proses pengobatan bisa optimal.

Nah, itu tadi buibu, jenis-jenis spesialis dokter gigi yang perlu banget tahu. Jadi, kita gak asal milih. ini berfungsi agar keluhan yang diderita bisa ditangani denganoptimal sesuai keahlian yang dimiliki. kalau buibu giginya punya keluhan apa ni? sharing dong...



sumber:
kompas.com

anak berani ke dokter gigi?! begini hasilnya (bag_1)

2 komentar


Minggu lalu, saya ke dokter spesialis anak untuk periksa batuknya mas Zafran. Batuk udah hampir sebulan tapi tak kunjung sembuh. Setelah melakukan pemeriksaan, dokter menyarankan untuk membersihkan gigi mas Zafran. Kata dokter, bisa jadi batuknya karena gigi yang berlubang. Jadi sisa makanan ngumpet disitu trus bikin batuk berulang.

Anyway ini baru pertama kali Zafran ke dokter gigi. Sebelumnya rutin pemeriksaan di sekolah. Tapi ya gitu, cuma dilihat aja, tanpa ada advice khusus. Emang agak syusah nyuruh ini anak buat gosok gigi sebelum tidur. ibunya kadang juga males-malesan hehehe.

Setelah mendapat rujukan dari dsa. Saya pilih dokter gigi di rumah sakit yang sama. Kebetulan, ada dua dokter yang hari itu praktek. Saya pilih drg. J. kok pake inisial?! Gak papa, biar penasaran aja hehehe. Milihnya ngasal, soalnya baru pertama kali itu ke dokter gigi dan drg. J yang available hari itu plus tidak begitu banyak pasien.

Pengalaman pertama ke dokter gigi cukup membuat saya was-was. Takutnya dia rewel atau bahkan tak mau buka mulut sama sekali. Kan beda ya periksa rutin sekolah sama ke dokter. Klo di sekolah sih dia nurut-nurut aja. Soalnya banyak temenya. Jadi, biar gak takut, sebelum masuk, ayahnya cerita, gimana kondisi di dalem ruangan dokter gigi. Mulai dari alat-alatnya, tindakan yang dilakukan, sampai hasil yang akan didapet setelah gigi bersih.

Dan walla… doi nurut banget disuruh ngapain aja sama dokternya. Bangga dan seneng banget donk sebagai ibu yang amazing dan wonderfull gini J. Padahal yang ngomong tadi ayahnya bukan ibunya hahaha.

Setelah melakukan pemeriksaan, begini kata dokter

1. Lubang gigi

ada 4 lubang gigi yang perlu ditambal. Wah banyak bener. Ibuknya ngapain aja gitu. *Sigh… Dua lubang bisa ditambal hari itu juga. sedang dua lainya, butuh observasi lebih lanjut karena lubangnya cukup dalam. Dua lubang yang ditambal tadi juga perlu observasi. Apakah setelah ditambal timbul bengkak atau rasa sakit. Jika tidak, tambal akan dilakukan permanen, seminggu kemudian.

Dokternya baik banget. Gak pelit ngomong. Padahal dokter cowok lo hahaha. Saya punya pengalaman soalnya, dokter spesialis anak cowok biasanya pelit ngomong. Trus waktu masuk ke ruang dokter saya udah takut aja, klo dibilang ‘aduh mulutnya kok kotor begini, jarang sikat gigi ya’. Udah parno aja saya. Tapi bukan itu ya kalimat pertama yang muncul dari dokter J.

“Ooo… ini harus dibersihkan ya kak, biar makanya enak nanti”. leganya saya. nyali saya gak jadi ciut hihihi.

Soalnya pernah dapet pengalaman kurang enak sama dsa. Kalimat pembukanya hampir mirip-miriplah dengan ke-parno-an saya tadi. ‘waduh, makanya kamu dipanggil mamamu gak denger, itu teliganya ada kotoran numpuk’. Jeder!! Gak bisa apa pake diksi lain gitu dok?! Eh kok jadi keterusan curhat. Lanjut tentang gigi ya..

2. Karang gigi

Selain harus ditambal, gigi Zafran juga muncul karang gigi. Ini perlu dibersihkan. Karena selain bikin nafas bau, karang gigi bisa mengambat pertumbuhan gigi. Tapi, pembersihan ini, dilakukan setelah urusan tambal menambal selesai. Begitu kata dokter J yang baik hati.

3. Rampant caries (gigis)

Gigi depan Zafran juga mengalami Rampant Caries atau buibu biasa menyebutnya gigis. Jadi gigi depannya tu grimpil-grimpil trus item-item gitu bu. kata dokter, gigi yang seperti ini dibiarkan saja sampai copot sendiri. Karena masih tergolong gigi susu yang akan berganti dengan gigi permanen seiring tambahnya usia. Tidak boleh dicopot paksa. Kecuali jika ada gigi baru yang ‘mendesak’ gigi yang rusak tadi. Tapi si gigi gigis tadi ngotot gak mau ‘lengser keprabon’ alias gak mau copot sendiri. Kalau ada kasus seperti ini, si rampant caries bisa dicopot paksa.

Mencopot gigi dengan Rampant Caries tanpa ada indikasi di atas, bisa membuat gigi tumbuh tidak sempurna. Seperti posisi gigi yang berantakan. Ini justru akan menimbulkan permasalahan baru. Lagian, gigi gigisnya Zafran ini kan banyak ya bu. ya masak mau dicopotin atu-atu. Ngilu lah bayanginya hehe. Ah…. Seneng banget didongengin gini sama pak dokter yang humble ini.

Rampant Caries ini bisa terjadi saat anak usia 3 sampai 6 tahun. penyebabnya bisa susu formula dalam botol, es krim, permen dan makanan manis lainya. Sisa-sisa makanan dan minuman itu akan mengendap di gigi, menimbulkan suasana asam yang membuat gigi menjadi lunak dan terkikis sedikit demi sedikit.

Nah, setelah 5 hari tambal gigi non permanen ini, gigi dan gusi Zafran baik-baik saja. tidak ada bengkak atau nyeri seperti yang diindikasikan dokter. Ini sinyal bagus untuk melakukan penanganan lebih lanjut. Oiya, setelah tambal gigi non permanen tadi, dokter menyarankan untuk makan dengan hati-hati di bagian gigi yang ditambal. Gosok gigi juga dilakukan dengan pelan, agar tambalan tidak rusak. Kata dokter, tambalan gigi butuh waktu 4 sampai 5 hari untuk mengeras dengan sempurna.


Monmaap di dalem ruangan dokter gak boleh foto ataupun mendokumentasikan kegiatan ya. Makanya saya poto aja aturanya. Tu, nyempil di pojokan hehehe.

Sebaiknya, pemeriksaan gigi memang dilakukan rutin setiap 6 bulan sekali. Untuk mencegah kerusakan dini pada gigi. Selain itu, sebaiknya setelah makan atau minum minuman manis, anak dibiasakan untuk berkumur. Agar sisa makanan tidak mengendap di gigi ya bu (ngomong sama diri sendiri hehehe).

Mau tahu siapa dokter baik hati dan tidak sombong tadi?! Tunggu tulisan selanjutnya ya, karena saya belum kontrol lagi untuk nutup lubang gigi secara permanen. Masih sabtu depan. Jadi, critanya bersambung minggu depan ya buibu. Kalau buibu, boleh dong sharing masalah gigi anak. Atau curhat tentang dokter gigi anak. Bebaskeun…..!! J

Mitos Seputar Gigi Tanggal Anak (Gigi Tanggal Pertama Zafran)

39 komentar


Kemarin, gigi susu mas Zafran copot. Gigi bagian bawah. Sudah lama sebenarnya gigi itu goyang. Doi senang sekali giginya goyang.

“Aku sudah besar kan ya buk” (Terinspirasi dari serial Upin Ipin tentang gigi)

“Yoi”

“Nanti kalau goyang banget, aku bisa copot sendiri” 

“Oke”

Sudah bisa diduga, dia tak lekas mencopot gigi goyangnya sendiri. Padahal, sudah uthil-uthil (hampir copot). Saya biarkan saja. Toh tidak mengganggu acara makannya.

Sampai saat dia makan buah pir. “ceklek!”


“Buk gigiku copot”

“Berdarah gak?, sakit? sini tak lihat”

“Gak sakit”

“Trus gigimu mana?” (pingin ku foto dan mengabadikannya di blog) hihihi.

(dia cari-cari di remahan pir yang dikunyah, gak ketemu). LOL

mencari gigi diantara remahan buah pir 
“Yawes gak papa, dibuang sana”

Lalu, sesumbarlah dia ke ayahnya. Ditunjukin gigi ompongnya via video call. Saat temannya datang maen ke rumah, selalu diceritakan, bagaimana proses giginya tanggal. Tak lupa sambil jumawa kalau tak berasa sakit. Hadeh… bocah…

Sebelumya, gigi mas Zafran ini punya banyak cerita. Saya pernah menuliskannya di blog. Tentang gigi bolong, tambal gigi, sampai giginya bengkak.

Baca juga: Anak Berani KeDokter Gigi? Begini Hasilnya (Bag_1)

Saya memang sebelumnya kurang aware tentang masalah gigi ini. Saya pikir, gigi bolong dan karies itu biasa buat anak. Bakalan copot sendiri berganti dengan gigi permanen. Tapi, ternyata tak sesederhana itu. Justru, gigi susu yang bolong musti ditambal agar tidak merembet kemana-mana. Ulasan lengkapnya ada disini.

Baca juga: Perlukah GigiSusu Ditambal? (Bag_2)

Kali ini saya bukan mau membahas gisi mas Zafran dari sisi medis. Tapi, membahas mitos seputar gigi tanggal. Mitos ini berkembang di masyarakat secara turun temurun. Khususnya, saya yang lahir dan besar di desa.  

Cara Membuang Gigi

Waktu saya kecil dulu, saya percaya bahwa gigi yang bagus berawal dari bagaimana memperlakukan gigi tanggal pertama kali. Ini saya dapatkan dari ibu saya. Mitos turun temurun dari keluarga. Warga sekitar dan teman-teman SD saya juga mempercayainya.

Gini.

Jika gigi bawah tanggal, maka harus dibuang di atas genteng. Harapannya, gigi bawah akan tumbuh rapi ke atas. Sebaliknya, jika gigi atas tanggal, maka musti di buang ke bawah, ke tanah. Supaya, gigi atas yang nantinya tumbuh bisa rapi tumbuh ke bawah.

Sebentar-sebentar. Kalau misalnya salah buang gimana? Gigi atas buang ke atas, gigi bawah buang ke bawah. Apa gigi yang tumbuh bakal kacau berantakan tak tentu arah?. Saya belum pernah coba sih. Takut. Takut kalau gigi saya tak tumbuh atau tumbuh tapi morat marit.

Cara Menyimpan Gigi

Mitos tentang gigi tanggal gak hanya ada di dalam negeri. Di luar negeripun mitos gigi ini tumbuh subur. Pernah melihat film Tooth Fairy? Seorang Dwayne Johnson, yang kekar itu jadi peri gigi. Seorang peri yang tugasnya mengambil gigi anak yang tanggal. Gigi yang tanggal ditaruh di bawah bantal. Cara ini dipercaya akan mendatangkan peri gigi untuk membawa giginya. Lalu ditukar dengan hadiah menarik.

Mitos seputar gigi ini juga banyak di filmkan. Selain Tooth Fairy, ada juga film kartun. Ah,saya lupa judulnya. Jadi, yang bertugas mengambil gigi tanggal anak ini seorang liliput. Lalu dibawa ke pabrik untuk ‘diperbaharui’.

Kalau di kehidupan nyata, biasanya orang tua akan mengambil gigi tanggal si anak. lalu memberikan kado di samping tempat tidurnya. Semuanya dilakukan tanpa sepengetahuan sang anak. Ini juga saya lihat di salah satu film drama barat. Lupa judulnya.

Barangkali mitos ini mengajarkan anak untuk melatih imajinasinya.

Sayang, di Indonesia belum ada film sejenis yang mengangkat tentang mitos seputar gigi. Saya membayangkan bakal lucu sih. Salah membuang gigi, lalu, giginya berantakan. Terus ke dokter gigi buat pakai behel. Kayaknya, kurang menarik. LOL

Baca juga: Pilih DokterGigi Sesuai Spesialisasi (Bag_3_habis)

Bedanya mitos gigi di sini dan diluar menurut saya pada kepercayaan masing-masing. Di Indonesia, khususnya ibu saya sih, mitos seputar gigi tanggal ini bisa juga sebagai perantara doa. Kalau mau dibuang bilang bismillah, sambil berharap gigi bagus bakal bisa tumbuh menggantikan gigi yang copot.

Who’s better

Bukan itu poinnya. Bagi saya mitos yang beredar di masyarakat, di belahan bumi manapun, selama itu tidak merugikan, oke-oke saja. Mitos seputar gigi tanggal ini bagi saya juga bisa jadi ajang cerita. Bisa juga sebagai jalan pintas memberikan perintah tanpa boleh ada sanggahan. Atau kalau mau mengambil sisi positifnya, bisa sebagai bentuk ‘bounding’ dengan anak. Dengan memberinya wejangan. Kalau tak mau dibilang paksaan.

Maklum, zaman dulu belum ada ilmu parenting. Mereka hanya memakai ilmu turun temurun yang dipercaya ‘berkhasiat’.

Baca juga: Kapok BelajarIlmu Parenting?

Buibu dirumah punya cerita tentang mitos gigi tanggal? Apakah di daerah lain berbeda?






Manfaat Vitamin D3 untuk Kesehatan Prove D3 Solusi Praktis Jaga Daya Tahan Tubuh

3 komentar

Menjaga kesehatan seluruh anggota keluarga menjadi agenda penting saat ini. Apalagi sudah 2 tahun kita bergelut dengan pandemi covid-19. Daya tahan tubuh, harus terus dijaga selain tetap disiplin menjalanakan protokol kesehatan.


Banyak cara dilakukan untuk menjaga kesehatan. Seperti makan makanan yang bergizi, berolahraga, atau mengkonsumsi vitamin untuk mencukupi kebutuhan asupan tubuh harian.

Salah satu vitamin yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan tubuh adalah vitmin D. secara kimiawi, vitamin D punya dua varian yaitu vitamin D2 (ergokalsiferol) dan vitamin D3 (cholecalciferol).

Nah, di masa pandemi seperti sekarang ini, vitamin D sangat diperlukan untuk menjaga kondisi tubuh dari gangguan penyakit.

Menurut laman Verywell health, vitamin D3 memberikan banyak manfaat bagi tubuh. Vitamin ini mampu bersirkulasi melalui aliran darah, dan membantu penyerapan kalsium dan fosfor, sehingga dapat menjaga tulang tetap kuat.

Berikut 5 manfaat lain dari vitamin D3 yang perlu diketahui.

1. Baik untuk Tulang

Vitamin D dikenal baik untuk otot dan tulang. Vitamin ini meningkatkan penyerapan kalsium di usus kecil. Jika tubuh tidak memiliki cukup vitamin D untuk menyerap kalsium, kalsium akan keluar dari tulang. Hal ini akan membuat tulang menjadi lemah dan bisa menyebabkan patah tulang dan osteoporosis.

2. Kekebalan Tubuh

Penelitian telah menunjukkan bahwa vitamin D dapat membantu melindungi diri dari infeksi saluran pernapasan akut dan pneumonia. Nah, apalagi saat pandemi COVID-19 seperti saat ini, beberapa bukti awal menunjukkan bahwa kekurangan vitamin D dapat meningkatkan risiko infeksi dan penyakit parah.

3. Menjaga Suasana Hati

Vitamin D mungkin memiliki peran untuk menjaga suasana hati dan mencegah depresi. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang dengan depresi klinis yang diberi vitamin D, mengalami penurunan gejala yang lebih baik.

4. Menjaga Kesehatan Jantung

Sejumlah penelitian menunjukkan, orang obesitas dan penderita darah tinggi cenderung kekurangan vitamin D. Penelitian lain menyebut, vitamin ini dapat menurunkan tekanan darah, resiko stroke, dan serangan jantung.

5. Penurunan Berat Badan

Manurut penelitian, wanita pasca menopause yang diberi suplemen vitamin D3, lebih mudah kehilangan berat badan. Mereka mengalami penurunan jumlah lemak dalam tubuh hingga berkurangnya ukuran lingkar pinggang.

Lalu, darimana kita bisa mendapatkan vitamin D3? Nah, ada tiga sumber vitamin D3 yaitu, sinar matahari, makanan dan vitamin.

Pertama, vitamin D3 juga dikenal sebagai ‘vitamin sinar matahari’. Untuk mendapatkan vitamin D3 dari sinar matahari caranya dengan berjemur di bawah sinar matahari. Sinar matahari yang bagus untuk menghasilkan vitamin D3 pada tubuh yaitu antara pukul 09.00 hingga pukul 10.00.

Kedua, sumber vitamin D3 bisa didapat dari makanan. Makanan yang banyak mengandung vitamin D antara lain ikan salmon, ikan tuna, susu sapi, susu kedelai, dan kuning telur.

Ketiga, vitamin D3 bisa didapatkan dari Prove D3

Apa itu Prove D3?

Prove D3 adalah suplemen yang mengandung vitamin D3 (cholecalciferol) 1000 IU (25 mcg). Fungsinya, sebagai suplementasi vitamin D pada tubuh.

Vitamin keluaran Kalbe Farma ini sangat bagus untuk menjaga kesehatan tubuh harian keluarga.

Terdatap dua varian Prove D3 yang bisa digunakan. Yaitu Prove D3 drops dan Prove D3 tablet. Varian ini berfungsi untuk mempermudah konsumsi.

Prove D3 drops bisa dikonsumsi oleh anak-anak atau lansia. Untuk anak-anak anak dibawah usia 1 tahun disarankan berkonsultasi terlebih dahulu dengan Dokter Spesialis Aaak (DSA). Kemasanya yang praktis mempermudah anak dan lansia untuk mengkonsumsi Prove D3.

Sedangkan Prove D3 tablet, bisa dikonsumsi oleh orang dewasa. Satu box Prove D3 berisi 3 strip, dengan 10 tablet tiap lembarnya. Jadi, lengkap banget nih, bisa untuk menjaga kesehatan seluruh anggota keluarga.

Pengalaman Mengkonsumsi Prove D3

Prove D3 ini sangat baik untuk kesehatan. Saya sekeluarga sudah mencobanya. Kebetulan dua anak saya sempat sakit minggu lalu. Zafran (7) dan Inara (3) demam berjamaah. Setelah ke dokter, ternyata, radang tenggorokannya kumat lagi. Alhasil, anak-anak mesti pilih-pilih makanan untuk mengurangi radang pada tenggorokannya.

Lain hari, si ayah juga mengeluh kurang enak badan. Seringnya begadang karena urusan kantor, menyebabkan pola tidur dan makan bermasalah. Tumbang juga akhirnya.


Sebagai ibu dengan hastag tak boleh sakit. Saya mesti pintar-pintar cari solusi. Mulai memilih asupan makan, mengatur pola tidur, hingga memilih vitamin yang praktis untuk menjaga kesehatan.

Nah, kebetulan dapat rekomendasi dari teman untuk mengkonsumsi Prove D3. Vitamin D3 produk dari Kalbe Farma. Langsunglah beli.

Kandungan dan dosis Prove D3

Prove D3 tablet 1000 IU

Prove D3 Tablet

Varian ini mengandung Vitamin D3 (cholecalciferol) 1000 IU (25 mcg). Selain itu, Prove D3 juga bebas Gluten. Jadi aman dikonsumsi untuk orang dengan alergi gluten.

Saya dan suami mengkonsumsi ini saat sahur untuk menjaga daya tahan tubuh saat puasa. Dosisnya diminum 1 kali sehari 1 tablet atau sesuai petunjuk dokter. Diminum setelah makan.

Prove D3 drops

Prove D3 Drops

Prove D3 Drops merupakan Vitamin D3 Drops Pertama di Indonesia dengan dosis 400 IU/tetes. Vitamin ini sudah teregistrasi di BPOM, Bebas gluten, bebas perasa, pewarna, pengawet dan bebas alkohol.

Dua anak saya mengkonsumsi Prove D3 varian ini. Dosis dan cara pemberiannya yaitu diminum 1 kali sehari sekali tetes. Atau sesuai anjuran Dokter.

Caranya, bisa diteteskan Prove D3 ke dalam mulut secara langsung atau diteteskan di sendok terlebih dahulu. Botol dipegang agar tetap tegak lurus dan ketuk alas botol sampai tetesan keluar.

Cara Beli Prove D3

Untuk mendapatkan vitamin Prove D3 dengan dua varian ini, bisa dibeli di official shop Kalbe Farma di shopee. Berikut link tokonya. 

Manfaat yang Dirasakan Setelah Mengkonsumsi Prove D3

Prove D3 Drops

Setelah mengkonsumsi Prove D3 selama satu minggu, banyak manfaat yang didapat. Anak pertama saya, Zafran, punya masalah dengan gigi karies dan berlubang. Sering mengeluh sakit gigi pada bagian gigi yang bermasalah.


Nah, setelah mengkonsumsi prove D3 drops, sakit giginya jadi jarang kambuh. Pola makan pasca sakit juga berangsur membaik.

Begitu juga dengan adiknya, Inara. Pola makannya mulai membaik setelah mengkonsumsi vitamin keluaran Kalbe Farma ini. dia bahkan sering mengingatkan saya untuk minum vitamin setelah makan. Langsung dongak dan buka mulut lebar-lebar.


Vitamin Prove D3 ini tidak berperasa, jadi, anak-anak lebih mudah menelannya karena tidak terganggu dengan rasa tambahan. Cukup satu tetes, sudah bisa memenuhi kebutuhan vitamin D3 harian dalam tubuh.

Jika anak punya riwayat alergi, sebaiknya konsultasikan dulu kepada dokter sebelum mengkonsumsi vitamin ini.

Prove D3 tablet

Saya dan suami juga merasakan perubahan yang cukup signifikan. Kebetulan, saya perah punya riwayat bermasalah dengan tulang belakang. Meskipun sudah dinyatakan sembuh oleh doter, terkadang masih timbul gejala ringan seperti linu di bagian tulang belakang.

Setelah mengkonsumsi Prove D3, linu punggung di bagian tulang belakang berangsur menurun. Jadi jaran berasa kalau pas angkat beban berat.

Sedangkan suami juga mengkonsumsi ini untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Apalagi pas puasa begini. Masih sering pulang over time karena pekerjaan kantor menumpuk.

Setelah mengkonsumsi Prove D3 ini, yang biasanya mengeluh kecapean atau sakit bagian punggung karena terlalu banyak duduk di kantor, jadi berangsur berkurang.

Kami sekeluarga jadi bisa menjalankan puasa tanpa halangan kesehatan yang berarti.

Nah, itu tadi manfaat vitamin D3 untuk kesehatan kami sekeluarga. Prove D3 dari Kalbe Farma ini bisa menjadi solusi praktis untuk memenuhi kebutuhan vitamin D3 harian dalam tubuh.





Kaleidoskop 2019, what next?

2 komentar


Selamat tinggal 2019. Beserta drama dan proses belajarnya. Selamat datang 2020. Semoga terus bisa belajar apapun. Nambah skill, lebih sabar, hemat dan konsisten dengan perencanaan keuangan.
Ini adalah rangkuman peristiwa di hidup saya dan keluarga selama satu tahun. Sedikit banyak, berpengaruh pada isi dan performa blog.

Saya bikin blog sejak tahun 2017. Sebelumnya, saya juga pernah buat blog. Pernah pakai multiply? Kita seumuran. Waktu SMA, sudah punya sih, tapi lupa password. Kuliah pernah bikin pakai wordpress. Lalu lupa lagi. Kemudian bikin lagi karena ada lomba blog salah satu provider. Terus lupa password.

Blog ini saya buat setelah punya anak. Dibuat tahun 2017. Tapi baru aktif setahun belakangan. Join ke grup blogging, follow para blogger keren, ikut blogwalking dll. Maklum, sudah vakum 7 tahun dari dunia tulis menulis. Masih ‘jet lag’.

Kegiatan tulis menulis saya sebenarnya lebih banyak di facebook. Ikut grup komunitas bisa menulis. Awalnya, saya juga join emak pintar asia milik mbak Indari Mastuti. Belakangan saya cek webnya, tidak ada. Pernah kirim tulisan di mojok.co juga, tapi gak pernah tayang wkwkwk.

And here we go…..

Januari
Bulan ini ternyata banyak tulisan yang saya buat, sekaligus upload di blog. Beberapa saya copas dari tulisan-tulisan di facebook. Sebelumnya, saya sering menulis di facebook. Tentang apapun. Belakangan lebih sering nulis tentang parenting. Saat menulis parenting, sepertinya mengalir begitu saja. Barangkali, karena saya mengalaminya sendiri. Setiap hari.

Februari
Tepat setahun anak kedua saya. Anak pertama saya, mas Zafran juga lahir di bulan ini. Bikin acara ulang tahun untuk keduanya. Semua printilan saya sendiri yang handle.


Di bulan ini juga, saya mulai menulis keluh kesah tentang dunia parenting. Salah satunya mom shaming. Ya maklumlah, ibu dua anak ini masih baper sama omongan orang. Tapi dengan menuliskannya di blog, saya jadi lebih lega. Sekaligus berbagi biar gak kebablasan bapernya.


Maret
Bulan ini saya mulai gak pede menulis. Baca-baca lagi tulisan di blog. Kebanyakan kok humble brag. Sombong yang sederhana. Rendah hati tapi pamer. Begitulah perasaan saya saat itu. Kemudian mulai ‘berkonsultasi’ dengan beberapa penulis.

Salah satu penulis favorit saya adalah mbak @mcitraningrum. Membaca tulisannya di blog dan kompasiana. Saya kepincut ingin menulis dengan gaya tulisan seperti mbak Citra ini. Kemudian, DM lah saya via Instagram.

“Gimana sih mbak caranya nulis renyah dan gak sombong?”

Kata mbak Citra, setiap orang punya kecenderungan untuk brag, sesumbar. Itu manusiawi. Tinggal bagaimana mengemasnya. Untuk tulisan renyah, kata mbak Citra, memang perlu jam terbang.

April
Mendapat job pertama kali sebagai seorang blogger. Waktu itu, ditawari via DM oleh @the_urbanmama. Acara bekerjasama dengan salah satu produk perawatan bayi. Seneng banget. Pengalam pertama liputan setelah vakum lebih dari 7 tahun sebagai jurnalis tv. Meskipun, sampai saat ini invoicenya belum cair L

Sempat awkward saat hadir di acara. Ketemu dengan teman wartawan. Berjumpa dengan anak muda yang sudah lama berkecimpung di dunia blogger. Hati saya ciut. Tapi kemudian ketemu @zahrafirdausiah. Usut punya usut, ternyata juga mantan wartawan. Satu grup sama kantor lama saya dulu. Nyambunglah kita sampai sekarang. Tengkyu buk :-*

Hari itu, kesampaian liputan bawa dua anak. Untung acaranya pas hari sabtu, jadi anak-anak di take over ayahnya. Terimakasih supportnya suami :-*

Berawal dari situ, saya jadi lebih semangat ngeblog. Sukur-sukur kalau dapat job lagi. Tapi kalaupun tidak, bagi saya menulis itu menyembuhkan.

Mei
Ikut lomba blog pertama kali. Salah satu bank syariah. Dan belum dapet. Oke, lain kali nyoba lagi. Mulai baca-baca blog pemenang lomba. Nyari blog yang langganan jadi pemenang. Belajar model tulisan, kemasan. Sampai belajar bikin infografis dan corat-coret desain lagi.

Karena sudah lama gak utak atik desain, jadinya bikin satu aja lama banget hahaha. Belum lagi anak saya masih setahun. Lagi spaneng depan laptop, alarm minta asi berbunyi. Duh! Banyak banget alesan.

Juni
Sering blog walking, malah lupa nulis wkwkwk. Tulisan saya bulan ini cuma 1. Itupun bikinnya berhari-hari. Tentang pengalaman anak saya yang baru saja ke dokter gigi.


Saya suka sekali tulisanya @ndorokakung. Mungkin sudah sangat familiar sekali. Tulisannya keren. Maklum, sudah 20 tahun lebih di dunia jurnalistik dan per-blogger-an. Nah, saya pengin nih bikin tulisan model gini. Satir, ceritanya mengalir, ya meskipun, banyak juga tulisan event. Tapi baru tulisan event @ndorokakung yang saya baca sampai tuntas.

Musti belajar lebih banyak lagi ini. Oiya, satu lagi, tulisannya pak Prie.GS. seorang budayawan dan seniman. Saya sering baca tulisannya via facebook. Atau kadang kalau blio lagi nulis panjang di ig. Tidak menggurui, santai, gak ngegas, tapi menarik. Penggunaan diksinya juga unik. Tapi tetap bisa dipahami dengan baik.

Oiya , saya juga suka tulisannya Samuel Mulia di kolom parodi Kompas. Biasanya pas hari minggu. Samuel Mulia adalah seorang perancang busana dan pemerhati gaya hidup. Tulisannya selalu menggelitik. Membuat saya berpikir ulang. Ah keren!

Juli
Bulan ini saya dan dua bocah pulang kampung. Ke Tulungagung. Kami berkunjung ke pantai Karanggongso. Naik motor. Seru sekali. Pantainya bersih. Dan banyak wahana seru.


Tulungagung punya banyak destinasi wisata. Salah satunya pantai. Tinggal pilh, mau yang dekat dengan jalan raya, atau musti masuk hutan lewati lembah juga ada. Yuk ke Tulungagung J

Agustus
Bulan ini saya mencoba ikut lomba blog lagi. Salah satu produk asuransi. Belum menang lagi. Gak papa. Yang penting sudah punya semangatnya.

Selain itu, juga mencoba menulis tentang problem rumah tangga. Menulis tema ini ternyata juga mudah. Sama seperti parenting. Saya bisa menulis panjang. Ya memang, menulislah apa yang ada di sekitarmu, merupakan obat ampuh untuk terus berkarya.

September
Mendapat email kerjasama blogpost dari salah satu hotel di Bali. Tapi, setelah saya balas, tidak ada kabar lagi. hihihi. Dari sini saya mulai bertanya tentang range harga blogpost kepada para blogger senior. Selain itu, bagaimana memberikan balasan terkait email kerjasama. Alhamdulillah mereka memberikan respon yang baik. Terimakasih mastah J

Selain itu, saya juga membuat tulisan berseri #zafranask. Isinya tentang pertanyaan-pertanyaan ‘sulit’ anak usia 6 tahun. Keingintahuan anak usia ini memang sangat tinggi. Dulu, kalau mau bertanya ini itu, langsung di skak, jangan bawel. Tapi, saya buang jauh-jauh warisan pengasuhan model ini. Saya belajar selalu terbuka dengan anak. Bahkan dalam hal yang masih dianggap tabu oleh beberapa orang. Misalnya, sex.


Oktober
Adik saya menikah. Alhamdulillah. Ikut keruwetan persiapan sejak H-5. Maklum, ibu saya masih menganut adat jawa. Printilannya banyak banget. Mulai seserahan, selametan sebelum dan sesudah acara, tonjokan, dll.

Senang rasanya bisa melewati itu semua dengan lancar tanpa halangan berarti. Semua acara bisa dilewati dengan suka cita. Keluarga besar berkumpul. Meskipun tidak semua, karena ada yang sakit. Tapi semua senang di hari itu. Sungguh moment tak terlupakan.

Di bulan ini, saya mulai berani menulis tentang isu-isu terkini seperti zero waste. Kalau isu politik, saya masih belum berani. Meskipun, latar belakang pendidikan saya mendukung untuk itu.


Saya juga punya akun di kompasiana. Baru ngeh kalau musti di verifikasi terlebih dahulu. Tapi belum pernah nulis disitu hehehe..

November
Bulik saya meninggal. Adik dari bapak. Dulu, bulik latif yang mengasuh saya dirumah. Maklum, ibu dan almarhum bapak bekerja.

Belio terkena kanker payudara. Terdeteksi sudah stadium 4. Saya sebenarnya mau menulis tentang ini kapan hari. Tapi selalu saja ada alasan. Tahun lalu, paklik saya juga berpulang dengan diagnosis kanker. Kanker pankreas. Next saya mau nulis tentang perjalanan keluarga saya struggling kanker. Sekaligus mitos-mitos yang masih dipegang keluarga saat ini.

Desember
Moment liburan bersama keluarga. Bulan ini saya juga lebih sering menulis. Mulai menata hati dan menata duit dengan baik.


Statistik blog meningkat, saya mendapat 1k view bulan ini. Mungkin ini pencapaian yang biasa saja untuk para blogger mastah. Tapi bagi saya, ini pencapaian luar biasa. Sudah ada yang mau membaca blog saya. Bahkan memberikan komentar. Terimakasih kepada para pembaca blog saya. Juga untuk 4 follower. hehehe… masih 4 tapi saya sebahagia itu.

Bulan ini saya juga baru menuliskan cerita tentang anak kedua saya yang terkena kejang demam. Padahal, peristiwa itu terjadi tahun lalu. Sungguh peristiwa yang bikin jantung mo pindah dengkul. Tapi alhamdulillah saya bisa meng-handle dengan baik.


Oiya, moment paling kentang di akhir tahun adalah saat daftar CPNS. Gak lolos. Padahal masih tahap awal administrasi. Alasannya? Saya lupa dimana transkrip nilai yang asli. Hilang. Kacau balau dah mood rumah. Tapi yasudah, memang belum rejeki L

Nah itu tadi peristiwa-peristiwa yang saya alami selama setahun. Semoga, saya bisa banyak belajar di setiap momennya. Belajar sabar menghadapi anak-anak. Ingin terus menulis di blog dan media.
Saya berharap, tahun depan akan terbuka pintu-pintu lain bagi saya dan keluarga. Pintu rejeki dan keberkahan, amin…

Punya moment berharga apa tahun ini bu?