Menyiapkan dana pendidikan

by - Agustus 04, 2019



Tahun depan anak sulung sudah mulai masuk sekolah dasar. Tinggal 10 bulan lagi kira-kira hari aktif untuk menyelesaikan jenjang TK B. cepet banget rasanya. Kayaknya baru kemarin drama sapih menyapih. Adiknya, Inara, kira-kira 3 tahun lagi masuk TK. Time flies sooooooo fast.

Ngobrol soal dana pendidikan gak ada habisnya sama suami. Ini masih ngomong dana, belum sekolah mana yang dituju. Tapi untuk dana pendidikan, memang saya dan suami sudah komit untuk di prioritaskan. Jadi, uang tabungan dana pendidikan buat mas Zafran ini memang sudah disiapkan. Adiknya yang belum mulai hiks.. Masalahnya, kita belum ngitung detail berapa habisnya biaya pendidikan anak ini. Paling gak selama setahun kedepan. Bayangan saya, dana pendidikan berkutat di masalah uang gedung, SPP, daftar ulang, atau printilan wajib di sekolah. Ternyata, tak sesederhana itu.

Nah, minggu lalu, akun financial planner @jouska_id lagi membahas tentang education fund di IGTV. Dipandu oleh mbak Indah dan mas Rolland, advicer Jouska. Bagi yang belum tahu apa Jouska, bisa kepoin IGnya. Baca highlightnya satu-satu. Dijamin, hidup yang selama ini berasa baik-baik saja, ternyata ‘amburadul’ hahaha.

Meski tergolong terlambat untuk mengupas ini satu-satu, tapi better late than never lah ya. Kita lagi belajar jadi orang tua yang bener ini hihihi. Menurut mbak Indah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika akan memulai menyisihkan uang untuk dana pendidikan anak.

1. Waktu

Kapan memulai merencanakan dana pendidikan?! Mbak Indah menjelaskan, maksimal saat anak ada. Ini agar kita tahu time frame untuk menghitung berapa dana yang perlu disisihkan dari casflow bulanan. Atau bisa juga disiapkan sebelum punya anak, ini lebih baik, karena belum terbebani dengan biaya lain.

2. Hitung

Menurut mbak Indah, kita harus tahu persis berapa kebutuhan dana pendidikan. Inilah perlunya mengetahui time frame. Lebih cepat lebih baik. Biar nabung per bulannya gak memberatkan cash flow. Dana pendidikan ini tidak hanya dihitung dari kalkulasi uang pangkal, SPP, atau biaya tahunan saja. Tapi banyak printilan lain yang musti diperhitungkan seperti

        a. Transport

Uang transport kadang terlewatkan dari perhitungan orang tua. Untuk sekolah yang dekat rumah, biaya transport bisa dihitung ongkos bensin tiap bulan. Atau jika sekolah swasta yang memiliki fasilitas antar jemput, pasti ada lagi biaya yang harus dikeluarkan untuk fasilitas ini.

       b. Biaya sosial

Ini juga biasanya tak masuk itungan. Biaya sosial atau Social cost ini bisa berupa biaya kado teman ultah, biaya nongkrong ibu-ibunya yang kebetulan nganter anak, biaya pulsa kalau anaknya udah dipegangin hp, uang jajan anak, atau uang makan yang telah disediakan sekolah. Nah, biaya ini akan semakin besar sesuai sekolah mana yang dipilih. Sekolah negeri atau sekolah swasta pasti beda itungannya. Sudah pernah dengar kan cerita ibu-ibu yang biaya nongkrong sambil nungguin anak lebih besar dari uang SPP?!. Atau dana beli kado yang bisa jadi tiap bulan ada?! Apalagi di kota besar.

Biaya-biaya ini akan sangat nyata ketika tinggal di kota besar seperti Jakarta atau Surabaya. Biaya juga akan berbeda lagi kalau memilih sekolah swasta, sekolah bertaraf internasional atau sekolah berbasis agama seperti sekolah islam terpadu atau semacamnya. Jadi, ini gak boleh disepelekan  ya bu.

Masih sanggup baca buk? Lanjut….

       c. Biaya di luar sekolah

Untuk memilih sekolah, kita juga harus teliti kata mbak Indah. Apakah biaya yang dikeluarkan sudah mencakup les ini itu. seperti les Bahasa inggris atau les mapel lain yang dirasa kurang dikuasai anak. Atau les pengembangan bakat sesuai keinginan anak. Jika tidak ada, apakah kita akan menambahkan les ini itu diluar jam sekolah. Nah, ini juga perlu dipertimbangkan.

Kalau sudah ketemu berapa dana yang akan dikeluarkan, jangan lupa memperhitungan inflasi. Jouska biasanya merekomendasikan inflasi pada range 10%-15% per tahun. Jadi tinggal kalikan saja ya bu, biar tahu kapan dan besaran dana yang harus disiapkan.

3. Sumber dana

Setelah tahu besaran dana yang diperlukan, langkah selanjutnya menentukan sumber dana. Duit dari mana saja yang akan dialokasikan ke dana pendidikan. Bisa dari bonus tahunan, atau gaji bulanan bagi pekerja kantoran. Bisa juga dana dari usaha sampingan. Untuk besarannya bergantung pada cash flow keuangan masing-masing keluarga.

Perhitungan di atas sangat relate sekali menurut saya. Ini bisa dipakai buat hitung tiap jenjang kenaikan sekolah anak. SD, SMP, SMA, Kuliah. Jangan lupa kalikan dengan angka inflasi ya buibu, biar dag dig dug-ya sekarang. nanti, insyaAllah sudah lebih siap.

Nah, kalau buibu sudah sampai tahap mana?! saya masih tahap nyiapin bu, belum ngitung hehehe… tulisan ini sebagai pengingat biar gak lupa sama ilmu yang sudah didapat. Tetep semangat ya bu, semoga dilancarkan rizqinya buat anak-anak amin…

Feel free to share di kolom komentar tentang menyiapkan dana pendidikan yang udah buibu terapin selama ini. yuk ah.

You May Also Like

10 comments

  1. Super sekali πŸ‘πŸ‘πŸ‘

    BalasHapus
  2. Waahh mantab mba tulisan nya...πŸ‘Ini salah satu biaya yg sdh aku pikirin sebelum punya anak hahaha...krna tambah lama biaya sekolah anak naik tajam hiks, sedikit ato bnyk memang kudu wajib harus sdh punya dana pendidikan buat anak..biar kita jg ga kaget ato malah bingung krna ga punya dana tsb..mba mgk bs di share produk2 dana pendidikan apa aja yg bagus..makasih nice info 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. trimakasih. iya ini masih belajar tentang produk dana pendidikan. insyaAllah next ditulis lagi. semoga bermanfaat :-)

      Hapus
  3. Artikel yang lengkap... sebagai ortu kita memang harus bisa menyiapkan masa depan anak2 dimulai dari dana pendidikan ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. trimakasih :-) yup. harus terus belajar ;-)

      Hapus
  4. bener banget mbak...mmg dana pendidikan harus dipersiapkan sedini mungkin ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, semakin cepat semakin baik. baik mental maupun kondisi keuangan

      Hapus
  5. mbak dana pendidikannya disimpen dalam bentuk apa? aku bingung nih milih instrumen investasi. saat ini masih ditabung biasa aja, tp kan kalo ditabung biasa gak bakal ngejar inflasi. Huhu

    BalasHapus
    Balasan
    1. mbak bisa follow akun @winditeguh. blio seorang banker. keterangannya lengkap dan relate sama saya dengan penghasilan rata-rata. saat ini masih tabungan biasa mbak. insy. mau nyoba reksadana.

      Hapus