Tips membagi waktu ala ibu rumah tangga

by - Agustus 14, 2019



Menjadi ibu rumah tangga tanpa asisten rumah tangga itu lucu lo. Iya, lucu nan menggemaskan. Pekerjaan tak pernah habis dimakan waktu. 24 jam sehari berasa kurang untuk membereskan printilan rumah. Kayak laundry yang punya tag line never ending story hahaha. Tapi ya begitulah resikonya. Memilih menjadi ibu rumah tangga atau ibu bekerja, semua punya masalah masing-masing. Trus apa bedanya?! Cara menghadapi.

Ada yang spaneng, stress, tapi yang bahagia juga banyak. Kayak saya wkwkwkw.

Pekerjaan yang tidak ada habisnya ini membuat saya harus berpikir lagi. Gimana caranya biar semua bisa dikerjakan dengan baik dan benar tanpa embel-embel stress. Ya, tentu, mengerjakan semua sendiri pasti menyisakan stress. Tapi sekali lagi, saya musti belajar cara menghadapi. Bukan membiarkannya berlarut dan ambyar semua.

By the way, saya ibu dua orang anak. Si sulung mau masuk SD tahun depan. Adiknya, baru 1,5 tahun. Selain sibuk ngurusin rumah, saya juga punya online shop baju anak. Zhaf.kids namanya. Kalau mau lihat koleksinya ada disini. Zhaf.kids. Produsen baju anak.

Selain itu, beberapa bulan terakhir saya mulai aktif menulis di blog. Ikut grup blogger, dan pernah diundang partnership dengan @Theurbanmama untuk event Johnson and Johnson di Surabaya. 


Sibuk banget ya saya hahaha. Bukan bu, bukan saya greedy maunya ini itu. Ini adalah salah satu cara saya menyeimbangkan mood sebagai ibu rumah tangga. Saya musti punya kesibukan lain. Tentu sesuai passion. Biar ngelakuinya juga enjoy.

Dulu, pernah mencoba beberapa tips membagi waktu ala ibu rumah tangga. Saya modifikasi sendiri sesuai ritme ‘kerja’ saya. Tapi hasilnya tetap saja amburadul. Kali ini, saya utek-utek lagi pembagian waktunya. Dan masih bertahan sampai sekarang. Apa saja? yuk simak.

1. Goal

Apa sih yang ingin buibu capai sebagai ibu rumah tangga?! Bisa berkarir dari rumah?! Aktualisasi diri dengan hobi?! Melihat anak tumbuh dengan baik?! Rumah tertata dengan nyaman?! Tak ada goal yang terlalu rendah atau ketinggian. It’s your life!. Membuat rumah menjadi tertata, sama ambisiusnya dengan membangun seribu candi. Jadi, jangan terpaku dengan goal orang lain. Karena ritme hidup dan kondisi orang berbeda beda. Tentu resikonya juga gak sama.

Buat saya, harus ada trigger tertentu biar tetap semangat melakukan bagi-bagi waktu ini. Semangat untuk berubah. Lah, memang dulu gak punya kemauan. Iya punya sih, cuma agak memble. Masih sering tar sok tar sok. Untuk kali ini saya bener-bener semangat membuat goal sendiri. Karena ini bukan untuk saya saja. Tapi seluruh penghuni rumah. Kan kalau istri bahagia nan sejahtera, seluruh penghuni rumah bisa dipastikan ketularan indahnya. Ye kan.

Kalau saya, deep down inside nih, pengen bekerja lagi sih bu. Tapi tetep bisa jagain bocah-bocah. Jadi, bekerja dari rumah memang pilihan paling masuk akal saat ini. makanya, pembagian waktu musti jelas, karena mood ibu bekerja dirumah itu sering ‘cek cok’ sama kondisi rumah.

2. Buat Jadwal Harian

Ini sebenernya yang susah susah sulit. Jadwal kegiatan untuk ibu rumah tangga itu hampir mustahil terwujud beberapa tahun lalu. Kenapa?! karena selalu ada ‘kejutan’ tiap harinya. Anak sakit, suami tugas luar kota, saya lagi mens, macem-macem. Ini mempengaruhi mood ibuk buat menjalankan jadwal yang sudah direncanakan.

Kalau saya ni ya bu. Pagi subuh mandi. Shalat, lanjut masak buat sarapan orang sekampung. Gak ya, buat anak dan bapak yang mau berangkat sekolah atau kerja.

Pekerjaan nyuci, nyiram taneman, beresin kamar dan mainan, nyapu rumah dll harus sudah selesai di angka 9 pagi. Selanjutnya, saya harus sudah nyalakan laptop untuk kerja, kerja, kerja.

Siang saat bocah pulang, biasanya nyiapin makan siang sambil ngajak ngobrol dan main sana sini. Oiya, saya juga bikin mainan dari kardus buat mas Zafran, anak pertama saya. Selain hemat, juga banyak manfaatnya. 


Saat bocah sudah tidur siang, ibuknya kadang ikut tidur, kadang kembali ke laptop.
Sore, kadang kalau masih sempet masak buat makan malam, kalau tak sempet ya beli. Don’t push your limit J

Malam harinya, saya gunakan sebebas bebasnya. Mau gegoleran asik, baca buku juga ayok. Malam adalah waktu istirahat paling menyenangkan buat saya. Apalagi kalau anak-anak sudah merem. Saya bisa lanjutkan pekerjaan main HP hahaha.

3. Meja kerja
Karena saya jualan online dan ngeblog, laptop harus ready to use tiap saat. Membuat meja kerja atau menata salah satu sudut ruangan menjadi tempat kerja itu berpengaruh di mood. Pikiran saya seperti tiba-tiba fokus di laptop dengan apa yang saya kerjakan. Tak perlu mahal menyiapkan itu semua. Saya bahkan pakai meja setrikaan untuk meletakkan laptop. Depan meja saya kasih sticky note tentang rencana kerja yang sudah dibikin. Atau deadline lomba-lomba menulis yang bersliweran di ig. It feels like office, unofficially. Yakan kalau sudah punya semangat membara, dimanapun tempatnya, hajar!

4. Susun skala prioritas

Skala prioritas saya dari melek adalah masak buat sarapan. Lalu jualan dan nulis. Tiga hal ini harus dilakukan setiap hari. Jika tidak, maka hari berikutnya akan banyak excuse yang keluar dari dalam diri sendiri. Entarlah, besoklah, dan sampai lebaran monyet, itu gak bakal berhenti. No excuse.
Jika perlu, buibu bisa bikin skala prioritas sendiri dan masukkan dalam table-tabel lucu biar semangat. Bikin sesuai ritme harian. Kerjakan yang menjadi prioritas utama, tapi tak lupa mengerjakan prioritas selanjutnya. Misalnya, masak adalah prioritas utama. Dapur bersih, masuk ke prioritas sekian. Jadi habis masak, kalau memang tak sempat beberes dapur, saya skip dulu.

5. Gadget time

Ini kenapa saya lebih suka nulis dan beresin online shop pakai laptop. Karena kalau sudah pegang hp, saya bakal lebih lama scroll Instagram dan facebook daripada promo produk. Duh!. Makanya, gadget time ini biasanya saya lakukan pas anak tidur siang atau malem hari, kalau saya tak ikut tidur hehe... Tapi kalau ada orderan olshop. Mau tak mau pegang hp dong.  Buibu juga bisa menetapkan gadget time sendiri di rumah. Intinya, jangan sampai mengganggu produktifitas kerja. Set your time wisely.

6. Minta bantuan

Jika sudah tak sanggup, lambaikan tangan ke kamera atau pasang white flag di kening hehehe. Mintalah bantuan pada pasangan untuk meng-handle pekerjaan rumah. Pilih yang sekiranya tidak tambah amburadul ketika dipegang tangan bapak-bapak. Ya, saya pernah minta tolong gorengin bawang merah, dan berubah jadi hitam. Itu bukan pendelegasian yang tepat.
Si bapak, kalau pagi biasanya handle semua printilan dan keperluan si sulung yang mau sekolah. mulai mandiin, nyuapin, bantuin beresin mainan sampai nganterin sekolah. Adiknya, kadang pas masnya makan juga ikutan lahap. Itu sebabnya kalau bapaknya lagi tugas luar kota, jadwal bisa amburadul.

Untuk setrika baju saya mempercayakan orang laundry. Baju saya cuci sendiri sih, kalau urusan setrika, saya serahkan ke yang punya ‘passion’.

7. Me time

Dari sekian job desk yang sudah direncanakan, ingatlah, bahwa buibu juga manusia biasa. Jika lelah, berhentilah. Cari cara biar bisa me time. Komunikasikan dengan baik dengan bapaknya anak-anak tentang ini. kadang, me time buat saya sesederhana bisa nulis, edit, sampai naik di blog dalam sekali duduk. Tapi sering juga pengen liburan kemana gitu. Ke Paris kek, Santorini atau deket-deket sini Jepang wkwkwk. Namanya juga keinginan bu, kan sekalian to hihihi.

Yang pasti, me time adalah waktu untuk stress release. Karena stress itu biang dari segala macam penyakit. Baik fisik maupun psikis. So, sebagai ibu rumah tangga, management stresnya musti oke. Karena ibu yang bahagia, adalah pondasi rumah sejahtera.

Yup, itu tadi tips dari saya ibu rumah tangga yang rempongnya gak habis-habis. Semua ibu pasti berusaha memberikan yang terbaik untuk keluarganya. Jadi, sebelum memberikan yang terbaik untuk orang lain, setidaknya, saya harus berdamai dengan diri saya sendiri. Cukup sulit, tapi gak susah susah amat kok kalau punya eager menjalankannya.

Berjualan dan ngeblog adalah cara saya berdamai dengan diri sendiri. Membuat saya merasa lebih ‘berguna’. Pernah dong, buibu stay at home mom yang merasa gak berguna?! I feel u. Kalau diterusin, ini bisa berakibat fatal buat semua penghuni rumah. So, kita harus tahu cara menghadapinya.

“Apa tips ini berhasil bu? sampai berapa lama?” begitu kira-kira netizen bertanya.

If the plan doesn’t work, change the plan, but never the goal.

Semoga bermanfaat bu. sudah mandi?



You May Also Like

8 comments

  1. Saluuut bangeett mbaak, kerjaan emang serasa gak ada ada habi yaa. Jd harus bikin plan yg rinci dan terarah biar tercapai targetnyaa hehehe tp yaa meskipun kadang plan gak berjalan juga sesuai rencana. Sehaat sehat mbaak, salam kenal jugaaa 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak. yang penting kita nyaman dan enjoy ngejalaninnya. semangat buat buibu... salam kenal juga mbak :-)

      Hapus
  2. Ini sbnrnya hampir mirip dengan maslah saya yg bekerja freelance 😁😁 klo sdh dirmh harus disiplin klo gak isinya males2an doang 😂😂 tfs mba..

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyup, konsisten menjalankan itu yang susah susah sulit hehe.. semangat mbak, semoga jadi ladang ibadah amin...

      Hapus
  3. makasih sharingnya, manajemen waktu hrs baik ya. tetanggaku gak kerja dan sya kerja tanpa art tapi sy gak pernah numpuk setrikaan atau yg lain seperti tetanggaku krn aku memanage waktu dg baik

    BalasHapus
  4. iya mbak, masih terus belajar ini biar enak ngejalaninya. semangat.. selalu salut sama ibu bekerja tapi rumah tetep tertata :-) semangat....!!

    BalasHapus