Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2020

Mengajarkan Empati pada Anak Saat Wabah Corona

Gambar
Hari ini merupakan minggu kedua kampanye #dirumahsaja digalakkan pemerintah. Wabah virus covid-19 ini memang tidak main-main. Setelah puluhan terdeteksi di Indonesia, hanya dalam  beberapa hari, jumlah suspect virus corona mencapai ratusan. Dilansir dari cnn Indonesia, per 21 Maret 2020, jumlah pasien positif corona mencapai 450 orang. 38 diantaranya meninggal, dan 20 dinyatakan sembuh. Angka ini diprediksi akan terus bertambah. Disusul kebijakan presiden untuk melakukan tes massal. Menjelaskan bagaimana kondisi saat ini kepada anak, sebenarnya cukup mudah. Dibanding memberikan penjelasan kepada para orang tua yang sudah lebih dulu termakan hoax. Grup-grup keluarga sudah terkontaminasi dengan berita hoax yang dibagikan berantai dengan media yang sama. Whatsapp. Seperti misalnya, membawa takdir dan malaikat izroil sebagai alasan untuk tidak takut pada wabah corona. Ini yang paling banyak dan massif menurut saya. sempat geram, dan memberikan pengetahuan sebaik dan seg

Me Time Ala IRT, Mandi Parfum Dengan Vitalis Perfume Moisturizing Body Wash

Gambar
Sejak menjadi ibu rumah tangga, meluangkan waktu untuk me time butuh trik khusus. Selain pertimbangan budget dan waktu, sebisa mungkin tidak meninggalkan rumah. Maklum, saya tak punya asisten rumah tangga. Jadi, semua pekerjaan rumah dan tetek bengeknya, saya yang mengerjakan. Kadang-kadang dibantu suami dan anak-anak. Dua anak saya juga lagi aktif-aktifnya. Si sulung sudah sekolah, sedangkan adiknya masih batita. Pekerjaan rumah sepertinya tidak cukup diselesaikan dalam waktu 24 jam. Mainan, cucian, tumpukan piring, setia menunggu giliran diselesaikan. Padahal, saya juga butuh waktu istirahat. Waktu untuk diri sendiri. Biar tetap waras beraktifitas. Nah, saya punya beberapa tips me time nih buat ibu rumah tangga dengan dua anak. Hemat dan masih bisa stay di rumah. 1. Membaca Me time seperti ini biasanya saya lakukan kalau pas anak lagi pada main. Memang banyak distraksi. Minta susu, gendong, kebelet BAB dan keruwetan lain. Tapi, membaca benar-benar bisa membawa

Mitos Seputar Gigi Tanggal Anak (Gigi Tanggal Pertama Zafran)

Gambar
Kemarin, gigi susu mas Zafran copot. Gigi bagian bawah. Sudah lama sebenarnya gigi itu goyang. Doi senang sekali giginya goyang. “Aku sudah besar kan ya buk” (Terinspirasi dari serial Upin Ipin tentang gigi) “Yoi” “Nanti kalau goyang banget, aku bisa copot sendiri”   “Oke” Sudah bisa diduga, dia tak lekas mencopot gigi goyangnya sendiri. Padahal, sudah uthil-uthil (hampir copot). Saya biarkan saja. Toh tidak mengganggu acara makannya. Sampai saat dia makan buah pir. “ceklek!” “Buk gigiku copot” “Berdarah gak?, sakit? sini tak lihat” “Gak sakit” “Trus gigimu mana?” (pingin ku foto dan mengabadikannya di blog) hihihi. (dia cari-cari di remahan pir yang dikunyah, gak ketemu). LOL mencari gigi diantara remahan buah pir  “Yawes gak papa, dibuang sana” Lalu, sesumbarlah dia ke ayahnya. Ditunjukin gigi ompongnya via video call. Saat temannya datang maen ke rumah, selalu diceritakan, bagaimana proses giginya tanggal. Tak lupa sa

5 Tips Mengatur Waktu Kerja Agar Lebih Efektif

Gambar
Boros tidak hanya soal uang. Hal penting lainnya yang bisa dikaitkan dengan boros adalah waktu. Boros waktu ini bisa dibilang sesuatu yang jarang disadari. Pernah kan tiba-tiba bilang “kok sudah sore aja, padahal kerjaan belum beres”. Atau “perasaan tadi barusan mulai, kok sudah gelap aja”. Itu berarti kita, eh saya sudah tidak aware dengan waktu yang dihabiskan dalam sehari. Apalagi bagi pekerja di kantor. Waktu sehari kadang tidak cukup untuk mengerjakan tugas. Kadang, musti lembur atau bekerja saat weekend. Tulisan ini sebenarnya saya tujukan untuk suami. Suami saya bekerja di sebuah perusahaan event organizer. Jadwal pekerjaannya seringkali amburadul. Sering lembur, atau bekerja di akhir pekan. Baca juga: TipsKomunikasi Dengan Pasangan Bukan tanpa alasan. Ritme kerja EO memang tidak bisa diprediksi. Apalagi kalau deadline event sudah mendekati hari H. Malam jadi siang, siang bisa merem seharian. Selain tak bagus untuk kesehatan, bekerja semacam ini menurut saya

Menyapih Bisa Bikin BB Anak Naik?

Gambar
Berat badan (BB) anak sepertinya menjadi masalah tiap buibu dengan balita. Rasanya, pengen deh naikin BB anak semudah bikin garis ke atas kurva tumbuh kembang. Tapi, kenyataannya tidak begitu Maria. Ada drama dibalik tiap usaha. Segala cara dan jurus sudah dikeluarkan sekuat tenaga. Nah, ini adalah pengalaman saya menyapih Inara (2). Sekaligus menaikkan BB-nya yang sudah diambang garis kuning kurva. Baca juga: Menghadapi Fase Terrible Two Si Kecil Kok bisa? Begini ceritanya. Sewaktu panas demam kapan hari, saya pergi ke dokter. Setelah diperiksa dan mendapat diagnosa, saya curhat tentang BB Inara. Singkat cerita, saya disarankan oleh dokter untuk segera menyapih Inara. Baca juga: Pertolongan Pertama Anak Kejang Demam Kenapa? dokter melihat BB Inara sudah memprihatinkan. Hiks… Padahal, saya kepingin Inara lepas asi dengan sendirinya. Seperti masnya yang butuh waktu 2,5 tahun untuk bisa lepas sendiri. Tapi, kondisi Inara berbeda. Baca juga: Kunjungan Ke Dok