Kriuknya Bebek goreng haji slamet juanda

by - Januari 26, 2020



Kalau berjalan di sekitaran jalan Sedate Gede, Sidoarjo, banyak sekali warung-warung baru yang bermunculan. Mulai dari warung pinggir jalan, sampai sekelas restoran.

Malam itu, kami sekeluarga hendak pergi ke luar kota. Mampirlah dulu ke bebek goreng H. Slamet. Seingat saya, dulu Bebek Goreng Haji Slamet ini punya nuansa khas di warungnya. Warna ijo. Mungkin, sekarang sudah mulai mengikuti perkembangan jaman. Dibuat lebih modern. Tapi tetap memiliki ciri khas.

Seperti Bebek Goreng Haji Slamet Juanda, Sidoarjo ini. Dilihat dari depan, seperti rumah bangsawan jawa. Bercat putih, dengan jendela lebar di kedua sisinya. Saat malam hari, bangunan ini tampak megah dan mencolok dari bangunan di sekitarnya. Jadi, tidak begitu susah mencari Bebek Slamet di daerah Juanda.
Bebek Goreng Haji Slamet Juanda, Sidoarjo. Tampak depan
Saat memasuki resto, kesan luas dan megah langsung terasa. Adem gitu hawanya. Lantai ‘lobi’ bercorak tegel lawas, warna bata khas rumah jawa. Di sebelah kanan ada resepsionis dengan latar daun imitasi warna hijau. Sedangkan di tengah terdapat meja bundar dengan pot dan bunga di atasnya. Sebelah kiri, ada meja bundar dengan 4 kursi dari rotan. Saya membayangkan, sedang berkunjung ke rumah RA Kartini. Tentu bukan mbak Dian Sastro yang menyambut di depan pintu.
foto: https://bebek-goreng-hslamet-juanda.business.site/
Setelah itu, lebih masuk lagi, ada deretan meja dan kursi kayu. Meja kotak dengan 4 kursi. Meja dan kursi bisa digabung jika jumlah rombongan banyak. Sebelah kanan, ada meja khusus sambal. Bisa mencoba berbagai macam sambal. Mulai sambal ijo, sambal matah, sambal pencit, sambal bawang, dan bumbu hijau. Bisa diambil sesuai selera untuk makan ditempat. 
Ruang 'utama' Bebek Goreng H Slamet Juanda, Sidoarjo
Sebelah kiri, ada semacam teras terbuka. Ah apa ya namanya ini. Kursi sofa panjang terhubung satu dengan yang lain dilengkapi dua kursi dan meja terpisah. Atapnya, berhias daun imitasi. Ada sekat kolam ikan antara ruang ‘utama’ dengan teras ini. Di dalam kolam terdapat ikan koi dan beberapa ekor kura-kura.

Tepat di sebelahnya secara berurutan, ada gazebo, lalu private room dengan ruangan khusus berkaca. Sebenarnya kami ingin makan di gazebo ini. Tapi, ruangannya tidak cukup luas untuk menampung dua anak dengan tingkah luar biasa. Jadi daripada acara makan berantakan, kami lebih memilih makan di teras tadi. Sembari sesekali lihat ikan dan kura-kura.
Gazebo Bebek Goreng H Slamet Juanda
Di ujung restoran, ada dua kursi taman dengan latar daun imitasi dan logo bebek haji slamet Juanda. Sepertinya ini spot khusus untuk selfie khas bebek H slamet.

Di ujung kiri, ada tangga menuju lantai dua. Coffe shop. Saya kesana hanya melihat-lihat saja. sembari cekrak cekrek sana sini. View dari atas ini keren sekali. Apalagi pas malam hari, lampu-lampu kota kelap-kelip menambah suasana romantis di ketinggian.
View dari coffe shop. Lantai 2. Bebek Goreng H Slamet Juanda
Coffe shop Bebek Goreng H Slamet Juanda
Ujung kanan restoran, terdapat mushola dan tempat cuci tangan. Tempatnya bersih dan rapi. bagi yang dalam perjalanan jauh, saya rekomendasikan untuk makan di sini. Selain nyaman, fasilitas juga lengkap. Pas banget untuk keluarga.

Menunya?

Ah iya hampir lupa, saya terlalu terkesan dengan bangunan restoran ini. Bersih, luas, desain interiornya pas. Gak kurang, juga tak berlebihan.

Saya sampai lupa foto menu yang kita pesan. Suami pesan bebek goreng. Sedangkan saya yang tidak suka bebek, lebih memilih ayam goreng. Anak-anak juga makan menu yang sama dengan saya. Ada juga daun pepaya. Rasanya sama sekali tak pahit. Foto di bawah saya ambil dari web resmi Bebek Goreng Haji Slamet.
foto: https://bebek-goreng-hslamet-juanda.business.site/
Untuk sambal, saya lebih memilih sambal pencit. Sedangkan suami mencoba sambal matah, sambal bawang dan bumbu hijau khas Bebek Goreng H Slamet. Ini orang memang hobi makan sambal. Suami juga pesan tahu dan tempe goreng, trancam sayur juga ada. Minumnya, es teh dan es jeruk.

Rasanya?

Enak. Cuma menurut saya terlalu garing untuk ukuran ayam goreng. Jadi dagingnya bukan berasa nyus, tapi kriuk! Tapi saya suka. Apalagi pas bagian tulang. Kres! Wenak!. Saya memang pecinta tulang ayam. Kalau dirumah, itu tulang pasti gak bersisa. Karena lagi makan disitu, jadi agak sungkan krakot-krakot balung hahahaha.

Untuk Bebek goreng kata suami sih kres!. Dagingnya juga empuk. Porsinya pas. Tapi untuk porsi nasi, kurang kata suami. Kalau saya sih pas. 

Harganya?

800 ribu untuk 2 ekor ayam. GAKLAH! itu kan yang lagi viral di media sosial. hahaha. Sila lihat sendiri di menu ini. Menurut saya sesuai dengan rasa yang enak plus tempat yang nyaman. Pas di lidah, pas di kantong. Asedap…
foto: https://bebek-goreng-hslamet-juanda.business.site/


Bebek goreng H Slamet ini ada di Jalan Sedati Gede no.83, Sidoarjo. Jika kalian dari arah Surabaya mau ke bandara Juanda terminal 2, lewat Aloha, sebelum masuk kawasan Puspenerbal, ada pom bensin besar kiri jalan. Masuk ke jalan pas sebelah pom bensin. Kira-kira 500an meter dari situ, bebek goreng H Slamet bisa ditemukan. 

Ada yang berencana kesini? atau sudah kesini? sharing yuk..






You May Also Like

8 comments

  1. Saya pernah coba yang di deket Untag, enak memang bebeknya. Apalagi sambel koreknya 😁

    BalasHapus
  2. Ini lumayan deket tempat tinggalku, Mbak. Dia termasuk resto baru di sana. Dan aku belum pernah coba makan. Tempatnya wah, takut mahal. Tapi ternyata harganya masih terjangkau ya, Mbak. Hehehe.😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya resto baru. iya, harganya masih wajar kok. apalagi tempatnya keren. patut dicoba ini kak :-)

      Hapus
  3. dimana-mana bebek haji slamet ini memang laku ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. rasa memang gak pernah bohong ya mbak, mau dibikin kyk gmanapun klo labelnya H slamet enak aja bawaannya hehehe..

      Hapus
  4. Kalau ke Sidoarjo akun suka bingung mau makan di mana. Jadinya sering asal milih tempat dan berakhir kadang puas dan kadang enggak puas. Sering enggak puasnya ding, ya namanya milih ala cap cip cup kembang kuncup. Hahaha.

    Thanks informasinya. Kalau ke Sidoarjo bakalan ke sini. Aku suka liat tampilan restonya yang bangunan lama. :) Harganya juga nggak mahal.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya cuzz dicoba kalau ke sidoarjo. menunya yahud tempatnya keren :-)

      Hapus