Mitos Seputar Gigi Tanggal Anak (Gigi Tanggal Pertama Zafran)

by - Maret 12, 2020



Kemarin, gigi susu mas Zafran copot. Gigi bagian bawah. Sudah lama sebenarnya gigi itu goyang. Doi senang sekali giginya goyang.

“Aku sudah besar kan ya buk” (Terinspirasi dari serial Upin Ipin tentang gigi)

“Yoi”

“Nanti kalau goyang banget, aku bisa copot sendiri” 

“Oke”

Sudah bisa diduga, dia tak lekas mencopot gigi goyangnya sendiri. Padahal, sudah uthil-uthil (hampir copot). Saya biarkan saja. Toh tidak mengganggu acara makannya.

Sampai saat dia makan buah pir. “ceklek!”


“Buk gigiku copot”

“Berdarah gak?, sakit? sini tak lihat”

“Gak sakit”

“Trus gigimu mana?” (pingin ku foto dan mengabadikannya di blog) hihihi.

(dia cari-cari di remahan pir yang dikunyah, gak ketemu). LOL

mencari gigi diantara remahan buah pir 
“Yawes gak papa, dibuang sana”

Lalu, sesumbarlah dia ke ayahnya. Ditunjukin gigi ompongnya via video call. Saat temannya datang maen ke rumah, selalu diceritakan, bagaimana proses giginya tanggal. Tak lupa sambil jumawa kalau tak berasa sakit. Hadeh… bocah…

Sebelumya, gigi mas Zafran ini punya banyak cerita. Saya pernah menuliskannya di blog. Tentang gigi bolong, tambal gigi, sampai giginya bengkak.

Baca juga: Anak Berani KeDokter Gigi? Begini Hasilnya (Bag_1)

Saya memang sebelumnya kurang aware tentang masalah gigi ini. Saya pikir, gigi bolong dan karies itu biasa buat anak. Bakalan copot sendiri berganti dengan gigi permanen. Tapi, ternyata tak sesederhana itu. Justru, gigi susu yang bolong musti ditambal agar tidak merembet kemana-mana. Ulasan lengkapnya ada disini.

Baca juga: Perlukah GigiSusu Ditambal? (Bag_2)

Kali ini saya bukan mau membahas gisi mas Zafran dari sisi medis. Tapi, membahas mitos seputar gigi tanggal. Mitos ini berkembang di masyarakat secara turun temurun. Khususnya, saya yang lahir dan besar di desa.  

Cara Membuang Gigi

Waktu saya kecil dulu, saya percaya bahwa gigi yang bagus berawal dari bagaimana memperlakukan gigi tanggal pertama kali. Ini saya dapatkan dari ibu saya. Mitos turun temurun dari keluarga. Warga sekitar dan teman-teman SD saya juga mempercayainya.

Gini.

Jika gigi bawah tanggal, maka harus dibuang di atas genteng. Harapannya, gigi bawah akan tumbuh rapi ke atas. Sebaliknya, jika gigi atas tanggal, maka musti di buang ke bawah, ke tanah. Supaya, gigi atas yang nantinya tumbuh bisa rapi tumbuh ke bawah.

Sebentar-sebentar. Kalau misalnya salah buang gimana? Gigi atas buang ke atas, gigi bawah buang ke bawah. Apa gigi yang tumbuh bakal kacau berantakan tak tentu arah?. Saya belum pernah coba sih. Takut. Takut kalau gigi saya tak tumbuh atau tumbuh tapi morat marit.

Cara Menyimpan Gigi

Mitos tentang gigi tanggal gak hanya ada di dalam negeri. Di luar negeripun mitos gigi ini tumbuh subur. Pernah melihat film Tooth Fairy? Seorang Dwayne Johnson, yang kekar itu jadi peri gigi. Seorang peri yang tugasnya mengambil gigi anak yang tanggal. Gigi yang tanggal ditaruh di bawah bantal. Cara ini dipercaya akan mendatangkan peri gigi untuk membawa giginya. Lalu ditukar dengan hadiah menarik.

Mitos seputar gigi ini juga banyak di filmkan. Selain Tooth Fairy, ada juga film kartun. Ah,saya lupa judulnya. Jadi, yang bertugas mengambil gigi tanggal anak ini seorang liliput. Lalu dibawa ke pabrik untuk ‘diperbaharui’.

Kalau di kehidupan nyata, biasanya orang tua akan mengambil gigi tanggal si anak. lalu memberikan kado di samping tempat tidurnya. Semuanya dilakukan tanpa sepengetahuan sang anak. Ini juga saya lihat di salah satu film drama barat. Lupa judulnya.

Barangkali mitos ini mengajarkan anak untuk melatih imajinasinya.

Sayang, di Indonesia belum ada film sejenis yang mengangkat tentang mitos seputar gigi. Saya membayangkan bakal lucu sih. Salah membuang gigi, lalu, giginya berantakan. Terus ke dokter gigi buat pakai behel. Kayaknya, kurang menarik. LOL

Baca juga: Pilih DokterGigi Sesuai Spesialisasi (Bag_3_habis)

Bedanya mitos gigi di sini dan diluar menurut saya pada kepercayaan masing-masing. Di Indonesia, khususnya ibu saya sih, mitos seputar gigi tanggal ini bisa juga sebagai perantara doa. Kalau mau dibuang bilang bismillah, sambil berharap gigi bagus bakal bisa tumbuh menggantikan gigi yang copot.

Who’s better

Bukan itu poinnya. Bagi saya mitos yang beredar di masyarakat, di belahan bumi manapun, selama itu tidak merugikan, oke-oke saja. Mitos seputar gigi tanggal ini bagi saya juga bisa jadi ajang cerita. Bisa juga sebagai jalan pintas memberikan perintah tanpa boleh ada sanggahan. Atau kalau mau mengambil sisi positifnya, bisa sebagai bentuk ‘bounding’ dengan anak. Dengan memberinya wejangan. Kalau tak mau dibilang paksaan.

Maklum, zaman dulu belum ada ilmu parenting. Mereka hanya memakai ilmu turun temurun yang dipercaya ‘berkhasiat’.

Baca juga: Kapok BelajarIlmu Parenting?

Buibu dirumah punya cerita tentang mitos gigi tanggal? Apakah di daerah lain berbeda?






You May Also Like

38 comments

  1. zaman aku kecil sih gitu tapi ke anak-anak aku gak lanjutin cerita mitos2 ini haha jadi ya kalo copot-copot aja gak usah buang atas atau bawah ihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama mbak uli. mitos sudah stop sampai di aq aja. hihihi..

      Hapus
  2. Ya saat kecil begitu mitosnya. Kini saya tidak menceritakannya kepada anak. Jamannya sudah lain lagi hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup, sekarang jelasinya musti ilmiah ya hehehe..

      Hapus
  3. Dan aku pun msh melakukan itu mba kalo ada gigi yg tanggal hehe bener2 turun menurun sampe ke keponakan2 ku :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe.. anak sekarang kritis2 ya. gak pernah ditanya kenapa begini kenapa begitu?

      Hapus
  4. hihi iya juga nih, aku inget banget waktu SD kelas 2 deh kalo gasalah, aku diajak ke lantai 2 rumah mamah yang di Karawang. Disitu proses pembuangan gigi aku yang tanggal, katanya ya biar tumbuh rapih ke atas

    BalasHapus
  5. Hahahaha dipikir2 lucu juga ya mitos tentang gigi yang tanggal mesti dibuang ke mana 😁😁 Iya sih gigi anak mesti diperhatikan. Sama halnya dg gigi orang dewasa. Idealnya tiap 6 bulan sekali periksakan gigi ke dokter gituuuu 😍

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup, agak telat buat anakq sih mbak nurul buat ke dokter gigi. tapi alhamdulillah ini juga baru tambal gigi :-)

      Hapus
  6. Kalau di keluarga Saya ga Ada mitos2an sih. Tapi dulu waktu kecil pas Gigi tanggal di kasih uang, buat ga takut kalau ke dokter Gigi. Hahaha. Soalnya dulu suka takut kalau kesana

    BalasHapus
  7. Hahaha
    Fathir anak aku kayak gitu sih, kalo gigi bawah copot dilempar ke atas, kalo jatuh dia lempar lagi sampai nyangkut di atas hahaha

    BalasHapus
  8. Iya, jaman ya aku dulu juga gitu gigi bawah dibuang ke atas, gigi atas dibuang ke bawah. Jadi ingat ke masa itu, lagi main bekel tiba-tiba pluk gigi jatuh ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. lah kok bisa hehehe...mainan anak 80an nih hehehe...

      Hapus
  9. Haha sama Mbak mitos di daerahku juga demikian. Tapi kelak anakku giginya tanggap keknya ngga bakal ngikutin mitos itu hehe. Yg pertama2 sih pastinya konsultasi ke drg dulu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup, kesehatan gigi anak ngaruh banget ke kesehatan seluruh tubuhnya.

      Hapus
  10. Sama sih,waktu aku kecil juga gitu dibuang ke atas genteng atau ke bawah. Tapi pas punya anak malah kusimpan gigi mereka biar bisa di liat yg karies yg mana hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. oh iya sih bisa juga disimpan buat kenang-kenangan. nanti pas anak gede dikasih tahu ini gigi tanggal pertamanya gitu. seru kali ya hehehe...

      Hapus
  11. Saya juga dulu taunya begitu. Gigi yang bawah dibuang ke atas. Sebaliknya yang atas dibuang ke bawah hehehe. Tetapi, pas anak-anak saya giginya tanggal kayaknya saya udah gak ikutin mitos itu

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya juga udah gak sih mbak. pengennya malah tak simpen, eh tapi gak ketemu. kecampur sama remahan buah pir :-(

      Hapus
  12. wah saya belum sampe nih ke situasi gigi susu tanggal. tapi bakal menghadapi momen itu beberapa tahun lagi. semoga bisa seselow ini ya hehe. takutnya khawatir kenapa-kenapa. kebetulan nggak pernah denger lagi mitos tentang gigi. paling besok ya dibuang biasa aja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. dibikin selow aja mbak leni hehehe... kalau di perkotaan sih memang sudah jarang orang percaya dengan mitos. yang penting sehat, aman, beres :-)

      Hapus
  13. Haha, luar biasa ya mitos tentang gigi ini. Anakku juga giginya sudah mulai goyang, tapi aku belum ceritain tentang mitosnya. Hahaha.

    BalasHapus
    Balasan
    1. critain aja yang lucu-lucu mbak, siapa tahu pas ketawa tiba2 copot sendiri hehehe...

      Hapus
  14. Oke, kayaknya saya mesti aware nih dengan pergi ke dokter gigi, mau konsul soal gigi si bocah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup, jangan sampai telat kayak aku hihihi..

      Hapus
  15. Sama. Mitosnya waktu aku kecil dan kita percaya ya hahahaa

    BalasHapus
  16. Aku juga dulu mitosnya kaya gitu, mbak. Tapi ak bkm pernah ceritain mitos ini sama anak2, karena anak2 ku blm ada gigi susunya yang lepas ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah... asti seru ngobrol begini sama anak2 :-)

      Hapus
  17. Jadi inget waktu gigi pertama anak copot langsung heboh. Kalau copot di atas dia langsung buang ke bawah. entah denger dari temennya

    BalasHapus
    Balasan
    1. kayaknya dari obrlan pertemanan itu hehehe...

      Hapus
  18. Mitos gigi tanggal itu memang turun temurun ya. Saya juga baru tahu kalau ada cara menyimpan gigi 😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. dulu giginya dibuang asti ya?! atas bawah? hehehe...

      Hapus
  19. baru kemaren, gigi susu anak pertama saya putus. yang bawah. langsung dua, dua hari berturut-turut. sama suami langsung disuruh lempar kegenteng. wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkwkwkwk.... bapak-bapak detected ini hihihi

      Hapus