Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2019

gengsi minta maaf? begini caranya

Gambar
Gengsi saya itu gede. Wkwkwk. Kata-kata pembukanya sedap betul. Iya betul. Ibu saya juga bilang begitu. Sifat ini awalnya membuat saya biasa saja. Selama gak ada orang yang tersakiti dengan sifat itu, gak papa dong. Tapi ternyata, dampaknya memang gak bisa serta merta. Apalagi untuk urusan meminta maaf. Selalu susah mulainya.  Saat sudah berumah tangga, mengucapkan kata maaf itu gak sesimple ‘ say it with flower’ . Kalau dulu sih, masih bisa say sorry tapi dalam hati ‘ya sudahlah daripada rame’. Masih ada perasaan gak rela buat minta maaf, meskipun tahu itu salah saya hihihi.  Sampai sekarangpun, meminta maaf buat saya masih gak gampang. Mungkin terbawa kebiasaan lama. Rasanya masih cukup berat buat ngomong satu kata ini. Maaf. Baca juga : Tips Komunikasi denganPasangan Eh ini pengalaman pribadi ya. Bisa jadi gak semua orang merasakannya. Cuma pengen sharing saja. Tentang minta maaf sama suami. Seiring berjalannya waktu, saya mulai belajar banyak. Urusan berk

Tips Keluar dari Toxic Conversation Tanpa Konflik

Gambar
Pernah kan ya, terjebak dalam obrolan yang gak kita sukai. Mau gak ditanggepin kok gak sopan. Mau nimbrung males. Pengen nge- cut , ogah berujung konflik.  Berbeda dengan toxic circle , toxic conversation ini menurut saya lebih random. Bisa dimanapun, kapanpun, dengan siapapun. Gak cuma di 'ring satu' aja. Jika tidak lihai menghadapi ini, bisa jadi, 'penyakit'. Iya donk, ngomongin orang itu addict lo. Itu kenapa banyak banget akun lambe-lambe yang bertebaran di sosial media. Pasar mereka banyak, luas, dari status sosial manapun. Tentu hukum ekonomi berputar. Ada permintaan, muncul penawaran. (sebuah analisis IRT yang kadang nimbrung  kesana buat hiburan). LOL Oke, itu di dunia maya. Kalau di dunia nyata, bertebaran pula di sekitar kita, eh saya. Sebagai ibu rumah tangga, saya tentu pernah berada di situasi seperti ini. Ngobrol sama tetangga, pas arisan PKK, atau sekedar ngumpul sore-sore sama tetangga sebelah. Bisa juga di pasar atau ngumpul sama ibu-ibu

Tentang Passion versi IRT

Gambar
Akhir-akhir ini, ngobrolin masalah passion lagi ngetren di media sosial. Beberapa influencer mulai mengemukakan pandangan mereka terkait ini. Pemilik akun financial planner juga gitu. Ikutan nimbrung di urusan passion. Lalu saya? ikutan lah berpendapat. Biar kek rang orang. Hahay. Passion? Apa itu? barangkali itu yang saya rasakan waktu baca ig storinya Samuel ray @srl789 seorang HR professional tentang ini. Atau @Jonathanend yang femes itu. Kerja sesuai passion atau nerusin aja kerjaan yang sekarang meskipun gak sesuai passion?. Keduanya hampir sama pendapatnya. Kerja dulu yang bener, passion baru ngikutin. Klo sudah kenal cicilan dan tagihan, bodo amatlah sama passion. Begitu kira-kira kesimpulan dari dua orang ini. Sebagai ibu rumah tangga bertara(i)f internasional (wow), saya punya pendapat sendiri tentang ini. Bukan dalam posisi salah atau benar ya wahai netizen. Ini lebih pada konteks masing-masing. Karena tiap orang punya ‘takaran’ sendiri mengenai ini. I