Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2019

Tips tetap waras saat anak GTM

Gambar
foto: template canva Siapa yang anaknya lagi GTM?! Saya...! Ngacung paling depan. Rasanya campur aduk ya bu. Antara pengen marah, nangis sama salto-salto dikit sekalian olahraga biar perut jadi kotak-kotak kayak tahu dua rebuan.  Gerakan Tutup Mulut atau GTM bisa terjadi karena berbagai faktor. Tumbuh gigi, bosan menu, sedang sakit, tidak lapar, atau bahkan trauma karena dipaksa makan. Kali ini anak saya yang kedua lagi memasuki fase Gerakan Tutup Mulut. Usianya baru 11 bulan. Saya sudah kasih beberapa alternatif makanan. Mulai finger food, dulang food, minum food, apasih ya... hehe... ini bukti kegalauan saya sampai masuk ke tulang sum-sum.  Kalau sudah begini, menjaga kewarasan ibu sama pentingnya dengan asupan 4 bintang bocah. Karena galau di urusan beginian, justru  bikin kita gak bisa berfikir jernih. Hasilnya?! Anak tambah rewel, ibu emosi. Ambyar sudah tips-tips dari buku parenting yang sudah dibaca. anak pertama saya dulu juga melewati fase ini,

performa Honda Astrea Prima, in Memorian Fulgoso

Gambar
Honda Astrea Prima foto: rizqillah zaen Saya sebenarnya bukan penyuka motor lawas garis keras. Baru saat kuliah, kecintaan dengan motor lawas mulai muncul. Soalnya, saya dibelikan bapak motor honda astrea prima tahun 90an.   Motor ini dibeli sudah copot tebengnya. Kata bapak, dibeli di penjual tahu yang lagi butuh duit. Awal make motor ke kampus ada rasa malu. Muka imut-imut saya gak begitu singkron dengan tunggangan macam ini. Hehe… Tapi, inilah awal saya jatuh cinta dengan motor lawas. Motor honda ini selalu menemani saya kemanapun pergi. Udah kayak pacar aja. Bedanya, dia gak berisik hahaha… kata teman kuliah yang menyukai motor lawas. Motorku ini mesinya masih bagus. Performanya okelah buat naik turun tanjakan. Saya kuliah Universitas Negeri Jember waktu itu. kontur jalan Jember memang naik turun. Apalagi daerah kampus. Praktis, itu motor harus menyesuaikan medan. Awal dipakai agak rewel. Kadang mati tanpa sebab. Padahal bensin masih ada. Gak full banget sih, maklum, d

gubug makan mang engking. perut kenyang, mata senang

Gambar
family friendly foto: rizqillah zaen Makan dan menikmati pemandangan menjadi hal lumrah saat ini. Semacam kenyang tapi juga memanjakan mata. Spot-spot instagramable juga menjadi buruan. Makan, pemandangan, motret. Tiga hal yang harus ada kalau lagi bepergian. Menu makanan terkadang menjadi urusan kedua setelah tempat yang cozy, family friendly dan tentu spot-spot yang oke untuk dipajang di berbagai media sosial. salah satu spot makan di Gubug Mang Engking. foto rizqillah zaen Nilai inilah agaknya yang dipakai oleh salah satu resto di daerah Pandaan Jawa Timur. Gubug Makan Mang Engking. Selain di Pandaan, rumah makan ini juga memiliki banyak cabang. salah satu yang terdekat dengan rumah saya, ada di jalan Juanda, deketnya hotel Utami.  Gubug Mang Engking cabang Pandaan ini lokasinya cukup mudah dijangkau. Setelah keluar tol Pandaan, dari perempatan Taman Dayu lurus saja sekitar satu kilometer. Tepat di kiri jalan, Gubuk Makan Mang Engking berada. Saat memas

Tips kencan setelah punya anak

Gambar
Kencan berdua dengan suami agaknya seperti mimpi kalau sudah beranak dua begini. Apalagi yang gak punya ART kayak saya. Ibarat mo bikin event nih, musti dipersiapkan jauh-jauh hari. Dua anak yang sedang lucu-lucunya itu, gak mungkin ditinggal dirumah sendirian. Masak masak sendiri, makan makan sendiri, cuci baju sendiri, tidurpun sendiri…. Yang bacanya sambil nyanyi, kita seumuran haha… Kenapa we time buat pasangan ini perlu?! Bahkan penting. Karena menjaga keromantisan dengan suami itu sama pentingnya dengan menjaga asupan makan 4 bintang si batita. Kalau gak dilakuin, dalam jangka waktu tertentu, bisa sering disatroni penyakit. Big no kan… So, sesekali haruslah ya meluangkan waktu berdua. Makan kek, nonton atau sekedar nongkrong di tempat favorit. Itu bisa bikin mood booster buat ibu-ibu yang tiap hari cuma berkutat dengan dapur, sumur, kasur dan medsos haha… Musti putar otak nih biar bisa kencan berdua. Kebetulan kami adalah perantau. Tinggal di sidoarjo, asli Tulungagun

Menangkal Berita hoax pada anak

Gambar
"Buk kalau diculik itu terus dibunuh ya?" "Maksudnya?" "Tadi bu guru bilang kalau diculik, dibunuh makanya hati2" (emaknya msh loading, mencoba menerka ada apa gerangan dengan anak unyu-unyu persis maknya inih) "Trus gimana?" (biar dia cerita terus) "Katanya gak boleh dikasih permen nanti diculik" (mungkin maksudnua gak boleh nerima permen dari orang gak dikenal) 😅😅 "O... Gt" Terus dia pergi entah kemana... Berita penculikan anak beberapa minggu ini sempat heboh LAGI. Saya juga sempet was was. Di grup sekolahan anak, juga ramai pesan berantai. Ditambah foto bombastis, kepala dan badan tinggal kerangka. Itu anak apa ikan pindang 🤦🏻‍♀️. Dilihat sekilaspun kelihatan editanya. Tapi yasudahlah.... Dan terbukti beberapa pelaku penyebar hoax penculikan anak sudah ditangkap pihak berwajib. Saya menyayangkan pihak sekolah justru fokus menyebar ketakutan, alih-alih mengajarkan tindakan pencegahan. Tapi yasudahlah k

4 manfaat membuat mainan sendiri

Gambar
pom bensin mini Halo ibu… Sudah pernah bikin mainan sendiri dengan buah hati?! Selain hemat, membuat mainan sendiri punya banyak manfaat. Cerita sedikit ya bu. Beberapa bulan ini anak-anak lagi masa-masanya bermain. Dua anak saya sedang begitu bersemangat dengan hal-hal baru. Si sulung usia 5 tahun, sedang bosan dengan mainan yang ada. Sementara adiknya, 10 bulan, mulai explore dengan sekitar. Si sulung mulai merengek minta mainan baru. Inilah,  itulah, seperti punya tetangga, atau referensi dari youtube. Masalahnya, bocah seusianya, suka bosan. Biasanya mainan baru akan bertahan seminggu. Setelah itu mulai bikin rencana minta mainan baru lagi. Akhirnya, si emak-emak yang gak mau rugi bandar ini, mulai cari cara bikin mainan sendiri. Pilihan jatuh pada recycling kardus bekas. Atau botol bekas. Semua yg bekas-bekas dan tidak beli. Kreatif pangkal kaya hahaha… Berikut 4 manfaat membuat mainan sendiri 1. Melatih kerjasama Membuat mainan sendiri bisa mel