selamat jalan pakde prie gs

Tidak ada komentar


Innalillahi wainna ilaihi rojiun…

Kabar duka itu saya lihat di twitter pagi ini. Prie GS meninggal dunia. Sosok yang selama ini saya kagumi. Tulisan tulisannya selalu ngena di hati. Sederhana, tapi berkelas.

Tiga tahun lalu, saya buka lagi DM Instagram. Pakde memberikan tanda love di ig story yang saya unggah. Malam itu, saya seperti bertemu sosok almarhum bapak. Entah kenapa. Saat itu pakde sedang live di Instagram. Menjawab pertanyaan pertanyaan remeh dari follower sembari memainkan piano tuanya.

Malam itu, sembari makan nasgor, saya request lagu ayah ciptaan Ebit. Permintaan itu diterima. Pakde memainkan lagu ayah. Meskipun hanya intro, rasanya sudah senang betul saya. Seperti ngobrol dengan almarhum bapak.

Saya tak ingat betul kapan mulai mengenal sosok pak Prie. Tulisan-tulisannya selalu membuat saya dekat. Seperti ngobrol berdua di beranda teras ditemani secangkir teh hangat. Gayeng, tak pernah menggurui, tapi penuh arti.

Obrolannya lewat sosial media juga selalu menentramkan. Saya sempat terbahak membaca cerita kegalauannya saat melihat belahan pantat perempuan muda di bandara. Hanya di tangan pakde, cerita itu sungguh segar. Kebimbangannya atas apa yang dilihat, ditulis gamblang.

Hanya prie GS yang bisa mengungkapkannya lewat tulisan.

Atau saat anak lelakinya tak lulus tes pembuatan SIM. Entah sudah berapa kali si anak mencoba dan tak lulus. Jangankan kepincut buat ‘potong kompas’, pakde justru membuatnya menjadi guyonan segar.

Lewat tulisannya yang ringan tapi berbobot, dia berhasil membawa saya ke duniannya. Dunia yang tidak biasa. Sederhana, lucu, tak berjarak.

Pituturnya tak pernah menggurui, mendengarnya di radio saat itu, seperti mendengar almarhum bapak. Versi lebih pendek hahaha.. (ngapunten pakde)

Pak Prie seringkali mengatai diri sendiri. Fisiknya yang tak seperti kebanyakan normal laki-laki istimewa, tak lantas membuatnya berduka. Pendek, dan tampang yang tak ganteng-ganteng amat. Begitu kiranya. Ah pakde…

Selamat jalan pakde, entah, doa apa yang harus kupanjatkan. Mendengar kabar jenengan kapundut, seperti kehilangan bapak untuk kedua kalinya.

Al fatikhah….



Tidak ada komentar