Imunoterapi, Harapan Baru Bagi Penyintas Kanker

by - Februari 17, 2020



Almarhum bapak mengidap kanker otak stadium lanjut. Beliau meninggal 11 tahun lalu. Bulik saya, tahun lalu mangkat dengan diagnosis serupa. Kanker payudara stadium 4. Tahun sebelumnya, paklik saya, juga menghembuskan nafas terakhir dengan penyakit yang sama. Kanker pankreas. Diketahui sudah stadium lanjut.

Ketiganya punya pola yang sama. Diagnosa awal bukan kanker. Tapi setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan, kanker sudah menjalar kemana mana. Semuanya positif kanker setelah masuk stadium lanjut.

Bapak dan paklik saya melakukan proses pengobatan yang sama. Kemoterapi. Sementara itu, bulik saya, hanya melakukan pengobatan alternatif untuk kanker payudara yang di deritanya.

Di keluarga saya, pengobatan medis masih menjadi momok tersendiri. Takut dengan diagnosa dokter yang aneh-aneh. Dan sederet alasan lain untuk mangkir dari pengobatan medis. Bapak dulu juga pergi ke pengobatan alternatif selain juga melakukan tindakan medis untuk mengobati kankernya. Tapi, apa boleh dikata, kankernya sudah menjalar ke organ lain.

Cerita penyintas kanker di keluarga saya ini, membuat saya lebih aware. Kanker sendiri merupakan penyakit kronis yang menjadi salah satu penyebab kematian jutaan penduduk di dunia. Tahun 2018 saja, ada 18,1 juta kasus kanker di dunia dengan angka kematian sebesar 9,6 juta.

Di Indonesia sendiri, kanker merupakan penyebab kematian kedua penyakit tidak menular. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), prevalensi kanker di Indonesia mengalami peningkatan. Dari angka 1,4 per 1.000 penduduk di tahun 2013, menjadi 1,8 per 1.000 penduduk pada 2018.
insiden kanker di Indonesia | sumber: kalahkankanker.com
Kenaikan prevalensi penyakit tidak menular pada tahun 2018 ini berhubungan dengan pola hidup. Antara lain merokok, konsumsi minuman beralkohol, aktivitas fisik, serta konsumsi buah dan sayur.

Bagaimana kanker terjadi?

Menurut World Health Organisation atau WHO, kanker mengacu pada penyakit dengan karakteristik adanya perkembangan sel abnormal yang membelah diri diluar kendali. Ia memiliki kemampuan untuk masuk ke dalam jaringan tubuh normal di sekitarnya dan menghancurkan jaringan tersebut.

Kanker juga memiliki kemampuan untuk menyebar ke bagian-bagian tubuh yang lain. Walaupun ada berbagai macam kanker, semua jenis kanker pada dasarnya dimulai dari pertumbuhan sel-sel tidak normal dan tidak terkendali.

Inilah kemudian yang menjadi momok di keluarga saya. Penanganan kanker secara medis dinilai ‘aneh-aneh’. Padahal, kanker yang tidak segera ditangani akan menghancurkan organ tubuh lain di sekitarnya. Bukan hal aneh jika kanker sudah menjalar kemana-mana, maka organ tubuh lain yang terkena ‘imbasnya’ juga ikut di ‘eksekusi’.

Hal ini pula yang membuat bulik saya takut periksa ke dokter. Dia lebih memilih untuk pengobatan alternatif. Saat menjalani pengobatan alternatif, kanker sudah menjalar ke organ tubuh lain. Duh! Saya menyesal sampai sekarang, kenapa tidak bisa membujuknya melakukan tindakan medis, segera setelah kanker terdeteksi.

Padahal, kebanyakan kanker dapat diobati dan disembuhkan, terutama bila diketahui lebih dini dan pengobatan dimulai sejak awal. saat ini juga sudah ada pemeriksaan-pemeriksaan untuk melihat adanya sel yang abnormal sehingga potensi munculnya kanker dapat segera ditangani.

Imunoterapi, Harapan baru bagi penyitas kanker stadium lanjut

Bagaimana jika kanker terdeteksi setelah stadium lanjut? Jawabannya ada pada imunoterapi kanker.

Imunoterapi kanker adalah standar baru dalam pengobatan kanker yang bekerja dengan cara mengembalikan kemampuan sistem imun (sel T) di dalam tubuh pasien agar dapat melawan sel kanker.

Sel kanker memakai semacam kamuflase untuk mengelabui sistem imun sehingga terlihat seperti sel normal dan bisa terus tumbuh dan menyebar.

Bagaimana siklus imunitas kanker ini bekerja?

Pada kondisi normal, sistem imun tubuh berfungsi untuk mendeteksi dan menghancurkan sel “asing” atau abnormal dalam tubuh dengan mengarahkan pasukan sel T.

Cara kerja sistem imun ini adalah mencari, memindai, kemudian menyingkirkan sel abnormal yang terdeteksi.

Untuk lebih detailnya, tubuh memiliki siklus imunitas melawan kanker yang terdiri dari 7 tahap. Berikut cara bekerja sel imunitas kanker dalam infografik.
Siklus imunitas kanker | sumber: kalahkankanker.com
Pelepasan antigen : proses ketika sel kanker mati, lalu melepaskan antigen. Pada dasarnya antigen adalah potongan protein kecil dari sel kanker

Antigen presentation : antigen diambil oleh antigen presentation cell (sel dendritik) untuk dibawa ke tempat pembuangan lokal di kelenjar getah bening.

Produksi dan aktivasi sel T : sel dendritik memberikan potongan antigen pada sel T sehingga terproduksi dan teraktivasi

Perjalanan sel T: sel T masuk ke pembuluh darah dan mencari sel kanker

Infiltrasi sel T ke tumor: menghancurkan dinding pertahanan tumor dan menembus masuk

Pengenalan kanker oleh sel T: sel T mengenali sel-sel kanker di dalam tumor

Sel T menghancurkan sel kanker: sel T akan melawan sel kanker dan akan meghancurkannya

Tapi, dari serangkaian siklus di atas, ada yang menghambat sistem sel imun (sel T) untuk menyerang dan menghancurkan sel kanker. Apa itu?

PD-L1: Kamuflase sel kanker untuk menghindari sistem imun

PD-L1 merupakan protein yang terdapat di permukaan sel kanker dan menjadi faktor penghalang (atau disebut immune checkpoint) dalam sistem imun di tubuh kita terhadap kanker.
Ketika berikatan dengan protein lain seperti B7.1 dan PD-1, protein PD-L1 akan menghambat proses pembentukan dan aktivasi pasukan sel T di kelenjar getah bening. Protein ini juga bisa menghalangi proses penghancuran sel kanker oleh sel T di dalam tumor.
Nah, Pengobatan imunoterapi kanker ini bertujuan mengembalikan fungsi sistem imun dengan cara memblokir ikatan PD-L1 dengan protein lain sehingga sel T dapat mengenali sel kanker dan menghancurkannya.
Sederhananya begini,
Imuno Sel kanker menggunakan semacam kamuflase untuk mengelabui sistem imun sehingga terlihat seperti sel normal dan dapat terus tumbuh dan menyebar. Kamuflase ini salah satunya disebabkan oleh protein PD-L1 yang terdapat di permukaan sel kanker. Imunoterapi kanker yang ada saat ini berupa obat yang berfungsi untuk menghalangi PD-L1, dan menguak kamuflase sel kanker terhadap sistem imun. Sehingga sistem imun dapat mengenali dan menghancurkan sel kanker.
Nah, Terapi kanker ini bekerja pada tahap pembentukan dan aktivasi pasukan sel T di kelenjar getah bening dan penghancuran sel kanker di dalam tumor. Beberapa contoh imunoterapi kanker yang telah dikembangkan antara lain anti PD-L1, anti PD-1, dan anti CTL4.
Yang perlu di lakukan dalam proses penyembuhan kanker adalah dengan melakukan pengobatan medis, segera setelah kanker terdeteksi. Kanker yang terdeteksi lebih awal, bisa disembuhkan. Untuk mendapatkan pengobatan ini, silakan menghubungi dokter untuk melakukan konsultasi lebih lanjut.
Sebagai referensi, sila mengunjungi website kalahkankanker.com. Dalam situs tersebut terdapat banyak informasi mengenai kanker dan cara pencegahannya. Selain itu, ada juga beberapa alamat support centre bagi para penyintas kanker.
Informasi seputar kanker ini sangat penting. Terutama untuk saya yang memiliki riwayat keluarga penderita kanker. Awareness dan tingkat melek masyarakat tentang kanker ini perlu diperluas. Apalagi, saat ini para ilmuan terus mencari inovasi pengobatan kanker. Ingat, kanker dapat diobati dan disembuhkan.









Referensi:

https://www.inews.id/lifestyle/health/mengenal-anti-pd-l1-imunoterapi-untuk-pengobatan-kanker-stadium-lanjut

https://kalahkankanker.com/kanker/fakta-kanker/

World Health Organisation. GLOBOCAN 2018. Indonesia Fact Sheets. https://gco.iarc.fr/today/data/factsheets/populations/360- indonesia-fact-sheets.pdf

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Potret Sehat Indonesia dari Riskesdas 2018, dipublikasikan pada Jumat, 02 November 2018. http://www.depkes.go.id/article/view/18110200003/potret- sehat-indonesia-dari-riskesdas-2018.html

https://kalahkankanker.com/imunoterapikanker/

You May Also Like

5 comments

  1. Artikelnya bagus mbak, pemaparannya jelas. Semoga imunoterapi bisa lebih disosialisasi ke masyarakat luas agar lebih bermanfaat.

    BalasHapus
  2. Keluargaku pun punya riwayat kanker turun temurun, Mbak.
    Apakah immunotherapy ini sudah bisa dilaksanakan di Indonesia?
    Apakah pasien bisa minta dirawat dengan immunotherapy atau tidak untuk semuanya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. sila melakukan kosultasi dengan dokter terkait. setahu saya penelitian tentang obat kanker ini terus berinovasi. saya juga belum melakukan ceckup di diri sendiri lebih dalam sih. semoga sehat selalu mbak:-)

      Hapus
  3. Saya selaku anak dari bapak abdul rani sangat sangat br trimakasih kepada bapak Dokter yusuf yang sudah membantu menyembuhkan bapak saya dari penyakit kanker usus stadium 3.
    selama 8 bulan dengan minum obat racikam beliau akhir nya bapak saya bisa sembuh sedia kala. sekali lagi trimakasih untuk Dokter yusuf atas pr hatian nya, konsultasi rutin nya dan obat racikan khusus nya.
    Buat saudara yang mengalami penyakit kanker usus atau kanker lain nya dan masih mencari obat yang dapat menyembuhkan nya coba hubungi dokter yusuf beliau ada obat racikan khusus yaitu extrak daun batakan dan lain nya yang secara nyata menyembuhkan bapak saya. obat nya sangat mahal tapi sudah tr bukti karna bapak saya juga sudah sembuh dari kanker.Dan ini nomor Dr yusuf bila mau serius brobat seperti saya yang jauh dengan beliau saya brobat via WA dan obat yang saya pesan selama ini dan konsultasi rutin di nomor WA Dokter yusuf 085361675232

    BalasHapus