Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2019

Tips Komunikasi dengan pasangan

Gambar
Tulisan ini awalnya mau ngomongin tentang tips ngobrol sama suami. Setelah dipikir pikir, kok kayaknya, istri aja ya yang berjuang buat komunikasi. Padahal, makna komunikasi itu kan dua arah. Jadi dua-duanya musti ada usaha untuk menyamakan frekwensi. Biar apa? ya biar yang ingin disampaikan bisa dipahami lawan bicara. Baik suami atau istri.  Jadi, setelah selesai beberapa paragraf nulis ini, saya ubahlah jadi, komunikasi dengan pasangan. Keknya lebih oke. Sebelumnya, saya juga mau disclaimer dulu. Saya ibu rumah tangga nyambi olshop dan ngeblog. Baca juga : Tips Membagi Waktu ala Ibu Rumah Tangga  Suami saya pekerja kantoran. Latar belakang ini perlu saya sampaikan lebih dulu. Karena, beda peran, pasti tipsnya juga gak sama. Misalnya, jika suami dan istri sama-sama bekerja diluar. Tapi pada setuju dong buibu atau pak bapak, kalau komunikasi itu penting banget. Apalagi yang sudah berkeluarga dan punya anak. Jangan sampai karena kesibukan masing-masing, komunikasi ha

pentingnya asuransi jiwa untuk masa depan keluarga

Gambar
Pagi itu, Bapak meninggal. Tak ada firasat apapun.  "Pulango, Bapak kangen" begitu suara di ujung telepon "Iya" dan telepon ditutup tanpa ada keterangan apapun Di perjalanan, rasanya campur aduk. Jember-Tulungagung, 8 jam perjalanan. Sampai dirumah, Bapak sudah dimakamkan. Badan rasanya lemas tak bertulang.  Saat itu saya masih semester 4 di salah satu perguruan tinggi di Jember. Adik saya, baru menginjak semester satu. Dua sisanya masih SD dan balita. Shock, pasti. Meskipun saya tahu Bapak mungkin gak bertahan lama dengan diagnosis kanker otak stadium 4. Setahun berjuang, akhirnya Allah lebih sayang. Sepeninggal Bapak, ekonomi keluarga kocar kacir. Memang Bapak bukan satu satunya pencari nafkah saat itu. Tapi, selama ini income terbesar ya dari Bapak. Ibu saya juga bekerja. Sebagai guru TK sebuah yayasan. Bapak, wiraswasta di bidang konveksi. Selama sakit, praktis Ibu tak bekerja. Mengandalkan tabungan dan beberapa aset tanah hasil usaha

Tips Membagi Waktu Ala Ibu Rumah Tangga

Gambar
Menjadi ibu rumah tangga tanpa asisten rumah tangga itu lucu lo. Iya, lucu nan menggemaskan. Pekerjaan tak pernah habis dimakan waktu. 24 jam sehari berasa kurang untuk membereskan printilan rumah. Kayak laundry yang punya tag line never ending story hahaha.  Tapi ya begitulah resikonya. Memilih menjadi ibu rumah tangga atau ibu bekerja, semua punya masalah masing-masing. Trus apa bedanya?! Cara menghadapi. Ada yang spaneng, stress, tapi yang bahagia juga banyak. Kayak saya wkwkwkw. Pekerjaan yang tidak ada habisnya ini membuat saya harus berpikir lagi. Gimana caranya biar semua bisa dikerjakan dengan baik dan benar tanpa embel-embel stress.  Ya, tentu, mengerjakan semua sendiri pasti menyisakan stress. Tapi sekali lagi, saya musti belajar cara menghadapi. Bukan membiarkannya berlarut dan ambyar semua. By the way , saya ibu dua orang anak. Si sulung mau masuk SD tahun depan. Adiknya, baru 1,5 tahun. Selain sibuk ngurusin rumah, saya juga punya online shop baju anak.

Menyiapkan dana pendidikan

Gambar
Tahun depan anak sulung sudah mulai masuk sekolah dasar. Tinggal 10 bulan lagi kira-kira hari aktif untuk menyelesaikan jenjang TK B. cepet banget rasanya. Kayaknya baru kemarin drama sapih menyapih. Adiknya, Inara, kira-kira 3 tahun lagi masuk TK. Time flies sooooooo fast . Ngobrol soal dana pendidikan gak ada habisnya sama suami. Ini masih ngomong dana, belum sekolah mana yang dituju. Tapi untuk dana pendidikan, memang saya dan suami sudah komit untuk di prioritaskan. Jadi, uang tabungan dana pendidikan buat mas Zafran ini memang sudah disiapkan. Adiknya yang belum mulai hiks.. Masalahnya, kita belum ngitung detail berapa habisnya biaya pendidikan anak ini. Paling gak selama setahun kedepan. Bayangan saya, dana pendidikan berkutat di masalah uang gedung, SPP, daftar ulang, atau printilan wajib di sekolah. Ternyata, tak sesederhana itu. Nah, minggu lalu, akun financial planner @jouska_id lagi membahas tentang education fund di IGTV. Dipandu oleh mbak Indah dan mas Rol