4 Harapan Puasa Ramadan Tahun Depan

by - Mei 12, 2020



Harapan memang tak selalu berbuah manis. Apa yang kita inginkan ke depan belum tentu sesuai dengan bayangan. Tapi, sebagai manusia normal, harapan harus tetap ada sebagai bagian dari prasangka baik kepada sang Khaliq.

Ramadan bersama virus covid-19 tahun ini memang cukup berat. Mau keluar rumah beli takjil saja mikirnya ribuan kali. Pengen tarawih berjamaah di masjid juga tak bisa. Apalagi ngabuburit sembari jalan-jalan. Duh, bisa kena pembubaran.

Jadi, saya berandai-andai, Ramadan tahun depan musti lebih baik dari tahun ini. Baik secara mental maupun materi. Iya tak bisa dipungkiri kebijakan pemerintah untuk terus menekan angka pasien terjangkit, berdampak pada sektor ekonomi.

Ada yang di PHK, ada yang dirumahkan tanpa gaji.

Semoga, tahun depan, semua ini hanya akan mejadi cerita manis perjuangan puasa Ramadan ditengah pandemi covid-19.

Ini dia harapan saya…

1. Nikmat Sehat

Semoga saya masih bisa dipertemukan dengan Ramadan tahun depan. Dalam keadaaa sehat wal afiat. Tentu bersama seluruh anggota keluarga.

Nikmat sehat ini sering kali tak dirasa. Selama pandemi covid-19 ini, sehat mejadi sesuatu yang mahal dan tiba-tiba menjadi sangat penting untuk dijaga. Segala cara dilakukan mulai mengkonsumsi suplemen, menerapkan kebiasaan sehat seperti cuci tangan dan olahraga. Ya kadang, manusia memang butuh diingatkan di level tertentu untuk bisa memulai kebiasaan baik.

Saya juga masih belajar untuk ini. Mengurangi gorengan yang godaannya aduhai, menurunkan jumlah konsumsi gula, dan selalu berfikir positif agar sehat fisik dan mental.

2. Berakhirnya Pandemi dan Efek Buruknya

Sudah pernah dengar The Hammer and The Dance? Saya dapat dari akun Instagram koh @edwardsuhadi. Beliau adalah orang dibalik ceritera.id, sebuah creative storytelling agency and production house.

Ia menjelaskan The Hammer and The Dance ini dari artikel asli Thomas Pueyo

Ini adalah pnjelasan tentang bagaimana virus covid-19 akan berakhir. Dengan narasi yang mudah dipahami. Sebelumnya, penjelasan tentang penyebaran covid-19 juga pernah dibahas oleh koh Edward. Data dari The Washington Post dirangkum sedemikian rupa sehingga menjadi informasi yang sederhana tapi mengena. Cuzz kepoin akunnya.

Oke kembali ke laptop.

Jadi The Hammer and The Dance adalah cerita tentang bagaimana kita hidup setelah pandemi. Maksudnya, virus covid-19 ini tidak bisa serta merta hilang sama sekali. Ada proses yang tak enak di dengar buat saya yang awam ini.

Misalnya, setelah PSBB selesai, dunia tidak akan kembali normal seperti sedia kala. Butuh waktu untuk menemukan anti virus. Nah, sembari menunggu, berarti kita mau tidak mau musti hidup berdampingan dengan virus tadi.

Sepertinya ini yang menjadi alasan presiden Jokowi menyatakan untuk ‘berdamai’ dengan virus. Klirunya, penjelasannya tak se-gamblang koh Edward. Jadi ya gitu, jadi bulan-bulanan di media sosial. Haish!

Lanjut

Oke, biar lebih jelas, saya sertakan saja videonya. Ini keren. Sangat mudah dicerna oleh orang awam sekalipun. Cuma 2.19 menit.

video the Hammer and the dance dari twitter @edwardsuhadi

Jadi, kalau boleh berandai-andai, semoga sebelum Ramadan tahun depan, anti virus covid-19 ini sudah ditemukan. Jadi kita, tak khawatir lagi dengan kehidupan sosial yang ada di sekitar. Bisa menikmati Ramadan seperti tahun-tahun sebelumnya. Penuh sukacita dan kebersamaan amin…

3. Bisa Berkumpul dengan Keluarga

Setiap Ramadan, ini adalah momen yang paling ditunggu tunggu. Berkumpul bersama keluarga besar. Bercengkrama, saling bertukar kabar. Tahun ini, kami sekeluarga memutuskan untuk tidak mudik saat lebaran. Praktis acara kumpul keluarga pun hilang.


Tahun depan, semoga ini bisa jadi kenyataan. Hidup dengan dua keluarga besar begitu menyenangkan. Kebetulan saya dan suami sama-sama anak dan cucu pertama dari dua keluarga besar. Jadi klo pas lebaran, pasti rame.

Semoga semua keluarga juga diberi kesehatan untuk berkumpul di Ramadan tahun depan amin…

4. Kebiasaan Baik

Merujuk ada poin 2 di atas, sebenarnya puasa kali ini juga menciptakan kebiasaan-kebiasaan baik. Contohnya, melakukan kebiasaan hidup sehat. Seperti makan makanan sehat, olahraga, dan cuci tangan secara teratur.


Semoga, tahun depan, kebiasaan ini tetap dijalani meskipun, semoga saja, pandemi virus covid-19 ini berakhir tanpa menimbulkan banyak korban.

Nah, itu tadi harapan saya untuk Ramadan tahun 2021 mendatang. Semoga Tuhan memberikan jalan untuk mengabulkannya. Amin…

Kalau kamu, punya harapan apa bu? sharing yuk…





You May Also Like

2 comments