Camilan home made untuk anak alergi

2 komentar

sumber: pixabay
Membuat camilan sendiri untuk anak-anak itu butuh effort lebih. Melawan malas tak berkesudahan. Apalagi bayang-bayang anak gak suka, jadi halangan terbesar buat masuk dapur. Tapi, kekhawatiran itu seketika buyar, saat anak mulai kecentok makanan pemicu alergi. Buntutnya bisa panjang kali lebar. Batuk grok grok, mbeler sepanjang hari, atau diare. Biasanya karena jajan sembarangan. 


Dua anak saya ini lagi seneng-senengnya ngemil. Si sulung, Zafran, usia 5,5 tahun dan adiknya, Inara, baru 1,5 bulan.  Zafran ini sebenernya sudah mulai toleran dengan makanan-makanan tertentu. Seperti telur. Dulu, tiap kali makan telur, mukanya langsung bentol bentol merah. Sekarang sudah gak. Tapi, alerginya pindah ke coklat. Kalau makan coklat, batuklah berkepanjangan. 

Sementara Inara, karena masih kecil, makanan yang masuk masih under control. Etapi, kalau masnya lagi makan apa gitu, ini bocah 'harus' ikutan makan. Jadi, bisa dibayangkan ya bu, gimana kondisi rumah kalau dua anak ini lagi 'berbagi' alergi.  

Masa cemal cemil ini dimulai saat mata baru melek. Tiap bangun pagi, biasanya mereka lari ke belakang. Buka kulkas buat nyari camilan. Biasanya memang kalau pagi saya sediain buah. Pisang, tomat, papaya, mangga atau buah yang lagi musim. Selain murah, gizinya juga oke.

Untuk buah, sebenarnya juga gak bisa sembarangan. Anak dengan bakat alergi biasanya gak bisa makan buah yang ada getahnya. Pisang, mangga atau pepaya, adalah buah bergetah. Akibatnya bisa panjang. Zafran biasanya batuk. Itu terjadi saat usianya 2 tahunan. Kalau sudah begitu, saya hentikan makan buah.

Berbeda dengan Zafran, Inara lebih kebal. Meskipun dia juga punya bakat alergi, tapi masih oke makan buah bergetah. Gak ada reaksi alergi. aman.

Saat ini usia keduanya memasuki fase ‘jajan sesukanya’. Di depan tempat ngaji atau depan sekolah, biasanya sudah berderet abang-abang penjual camilan aneka bentuk, warna dan rasa. Gak setiap hari bisa mantau satu-satu. Kadang masih suka kecolongan. Nyamil sembarangan ini sering berbuntut panjang. Batuk grok-grok lebih dari seminggu. Atau flu yang tak berkesudahan.

Nah, semingguan ini saya sedang bersemangat bikin camilan buat anak-anak. Bisa juga buat bekal sekolah Zafran. Biar doi gak jajan sembarangan. Tentu yang bebas dari makanan pemicu alergi. Biar gak ada drama setelah nyamil.

Saya bikin 3 jenis. Ini sungguh rekor terbaru buat saya. Sedang rajin dan telaten di dapur. Apalagi kalau anak-anak suka apa yang sedang saya masak. makin senenglah saya umek di dapur.

Resep cemilan ini saya dapet random. Ada yang dari ig, ada dari cookpad. Syaratnya cuma 3. Mudah, murah dan bahannya tersedia di pasar deket rumah. Emak-emak lyfe.

1. Ongol-ongol Bihun

Ini resep pertama yang saya bikin, dan berhasil, trus enak juga. Bahannya juga gak susah dicari. Selain enak, ongol-ongol ini juga kaya gizi. Ada karbohidrat dari tepung tapioka, kalori dari bihun jagung, serat dari agar-agar, vitamin C dari nanas. Dan lemak dari kelapa parut.
ongol-ongol bihun

Begini cara bikinnya

Bahan-bahan:
  • 1 keping bihun jagung
  • 1 buah nanas blender
  • 250g tepung tapioka
  • 200g gula pasir
  • 100gr kelapa parut
  • ¼ sdt garam
  • 1sdt vanili (saya skip karena pas gak ada)
  • 1bks agar-agar plain
Cara membuat:
  • Rebus bihun hingga lunak. Potong-potong, sisihkan.
  • Kukus parutan kelapa dengan sedikit garam dan daun pandan. Sisihkan (fungsinya agar kelapa tak mudah basi.
  • Campur dulu gula dan agar agar plain (agar tidak menggumpal jika dicampur bahan lain). Campur tepung tapioka, vanili, garam, di tempat berbeda. Lalu campurkan, campuran gula dan agar-agar tadi. Aduk sampai rata. Jangan sampai bergerindil.
  • Masukkan bihun dalam adonan. Aduk rata.
  • Bagi adonan menjadi 3. Tambahkan pewarna makanan. Karena dirumah Cuma ada 1 warna, hijau, saya pakai 1 warna aja hehe
  • Masukkan ke loyang atau wadah yang telah diolesi minyak terlebih dahulu.
  • Kukus selama 35 menit dengan api sedang. Jagan lupa lapisi penutup kukusan dengan lap kain agar uap air tak masuk di adonan.
  • Setelah matang, dinginkan. Potong-potong sesuai selera. Lumuri kelapa parut. Sajikan.
ongol-ongol bihun frozen
Satu adonan ini bisa jadi 3 kali sajian. Setelah dingin dan dipotong potong, saya masukkan plastik untuk disimpan di freezer. Begitu juga dengan kelapanya. Simpan di tempat terpisah dari ongol-ongol. Camilan tadi bisa ditaruh plastik ukuran ½ kg. Saya bagi jadi 3. Sisanya dimakan saat itu juga. Jika ingin ngemil, saya buka plastiknya dan tinggal kukus lagi. Jangan lupa kukus juga kelapanya. Rasanya sama kok. Gak ada yang berubah dari saat awal matang. 

2. Pisang Karamel

Resep ini saya dapat dari ig. Pisang karamel. Karena anak-anak sangat suka pisang. Plus sesuatu yang kriuk kriuk. Ini bisa masuk dua-duanya. Pisang plus kulit lumpia yang kresss.

pisang karamel
Bahan-bahan: 
  • Kulit lumpia, saya pakai kulit pastry. Karena susah nyari kulit lumpia di pasar.
  • Pisang gepok
  • Gula
  • Minyak untuk menggoreng

Cara buat
  • Siapkan kulit pastry. Potong pisang memanjang jadi 4 bagian. (tergantung besar pisang. Saya pakai yang sedang). Letakkan di atas kulit pastry, taburi gula pasir. Gulung, rekatkan dengan air.
  • Goreng dengan minyak panas sampai kecoklatan.
  • Simple, mudah, rasanya juga enak. Anak-anak suka. Untuk penyimpanan, bisa pakai container tertutup. 
pisang karamel frozen
Simpan saat belum di goreng. Letakkan di freezer. Jika ingin nyemil, keluarkan dari freezer, lalu goreng. Kriuknya tahan lama lo bu. seneng banget lihat hasilnya.



3. Kulit lumpia isi

Ini bikinnya gak sengaja. Saya pakai resep sendiri. Kapan hari bikin tumis su’un. Tapi gak habis. Akhirnya saya bikin isian kulit lumpia. Sisa kulit pastry pisang karamel. Bahan tumis su’un seperti ini.

kulit lumpia isi

Bahan bahan:
  • Satu ikat su’un
  • 3 siung bawang putih
  • Sosis sapi sesuai selera
  • Secukupnya merica bubuk
  • Secukupnya garam dan gula
  • 2 batang seledri

Cara memasak
  • Rebus su’un hingga matang. Tiriskan. Campur dengan 1 sendok minyak. Aduk rata. Sisihkan.
  • Geprek 3 baput lalu tumis hingga harum. Masukkan sosis yang sudah diiris-iris sampai matang.
  • Masukkan su’un, gulgar, merica dan daun bawang. Tes rasa.
  • Siapkan kulit pastry. Isi kulit pastry dengan tumis su’un. Bentuk sesuai selera. Saya bikin kecil kecil biar habis sekali makan buat anak.
  • Rekatkan dengan air. Goreng di minyak panas. Sajikan. Bisa ditambah mayones atau saus tomat.
  • Untuk penyimpanan. Lakukan sebelum di goreng. Jadi bisa di bikin stok frozen.

Tiga adonan di atas, habis dalam seminggu. Jadi, bisa di selang seling camilannya tiap hari. kalau mau ongol-ongol, tinggal keluarkan dari freezer lalu kukus. Begitu juga dengan 2 sisanya.

Kulit pastry itu bisa buat macem-macem camilan. Bisa dikreasikan sendiri. Misalnya siomay goreng atau basah. Bisa cari resepnya di cookpad.

Anak-anak suka. Oiya, pastikan lagi bahan-bahan yang digunakan sudah toleran di tubuh anak ya bu. seperti nanas pada ongol-ongol. Ada juga anak yang alergi pada buah ini.

Untk sosis pada campuran lumpia isi, saya pakai sosis daging. Lebih aman. Karena daging ayam, masuk tabel allergen yang diberikan dokter.

Wah ribet ya bu. gak juga, kalau sudah nemu ritmenya. tinggal tik tok aja sama mood dan suasana. Anak senang, ibu tenang, suami riang. 

Kalau buibu udah pernah bikin camilan apa buat buah hatinya? Share di bawah ya..

Salam,









2 komentar

  1. Wah, memang jadi mom itu super sekali ya, makan aja diperhatikan sebegitunya agar anak gak sakit.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sedang ikhtiar mom, kalau sakit tambah gak bisa ngapa ngapain soalnya hehehe...

      Hapus