apalah arti sebuah nama

by - April 26, 2017

Saya terlahir dg nama rizqillah zaen. Waktu itu, bapak saya males ngurus akta kelahiran, karena ribet dengan urusan birokrasi katanya. Alhasil, embah saya yg ngurusin. Saat melihat nama yg diajukan, blio agak janggal dg nama zaen di belakang. Katanya "iki jenenge sopo". Begitulah kemudian, embah hanya mengajukan kata pertama, rizqillah. Akta kelahiran sayapun hanya ditulis nama itu.
Tidak selesai disitu, nama rizqillah cukup sulit dilafalkan orang jawa. terutama embah saya dan ce es nya (smpe skrg saya gk tahu ce es itu apa. Istilah itu sempat hits di eranya. Artinya kurang lebih teman akrab). Jadilah ibuk saya menambahkan nama alias di bawah nama akte. Rizqillah alias aris. Udh kyk DPO kepolisian 😂😂. Nah, jadi kalau ada yg manggil saya aris, sudah pasti itu tetangga saya. Atau ce esnya embah saya. Bisa juga teman sd, karena letak sd saya tak jauh dr rumah.
Menginjak smp, saya mulai dipanggil dg nama lengkap sesuai akta. Rizqillah. Guru2 jga memanggil dg nama itu, tanpa kurang suatu apapun. hanya pelafalannya yg beda. Rizqillah dg makhroj yg bener atau rizqillah dg makhroj agak wagu đŸ˜‚.
Selain nama itu, wktu itu jg lg ngetrend dg nama panggilan bapak masing2. Smacam 'olok2' yg membahagiakan đŸ˜‚. saya dipanggil din, penggalan dr almarhum nama bapak saya zaenuddin. Marahkah saya?! Gak...... bagi saya itu penanda bahwa teman2 bgtu dekat. Smpai thu nama ortu. Nama org tua jg seringkali sebagai penunjuk arah jika ingin bermain kerumah.
Semasa SMA, nama panggilan saya mulai berubah lagi. Beberapa teman smp yg jga se SMA, akhirnya memanggil saya dg nama qilah. Ada juga yg menyingkatnya qil. It's okelah, karena cuma 2 di dunia ini yg dipanggil qil. Saya dan bill đŸ˜‚đŸ˜‚. Keduanya sukses merambah dunia masing2 đŸ˜đŸ˜. Allahumma..... amin..... đŸ˜‡đŸ˜‡
Satu yg tak pernah saya lupakan waktu sma adalah ketika meraih peringkat 42 dari 43 siswa đŸ˜‚đŸ˜‚đŸ˜‚đŸ˜‚đŸ˜‚. Di kelas 3 pulak đŸ˜…. di kelas satu sma, nama rizqillah jg jdi perhatian guru matematika waktu itu. Pak bero namanya. gara2 menjawab pertanyaan sin cos dg jawaban 'saya gak tahu jawabanya pak'. đŸ˜‚đŸ˜‚đŸ˜‚đŸ˜‚đŸ˜‚.
Entah kenapa, pelajaran matematika sungguh tak 'masuk akal' đŸ˜‚đŸ˜‚. Belakangan saya tahu saat tes psikologi. Trnyata kemampuan memahami angka saya rendah. Itu berbeda dg kemampuan mengenali warna. Saya faham betul. Seperti merah untuk 100rb, biru 50rb, hijau 20rb đŸ˜‚đŸ˜‚đŸ˜‚đŸ˜‚đŸ˜‚đŸ˜‚đŸ˜‚đŸ˜‚
Dengan susah payah, sayapun berhasil menamatkan SMA. gagal di SPMB menjerumuskan saya kuliah di brawijaya diploma 3 jurusan sastra inggris. Bertahan sampai setahun, sayapun mengejar mimpi masuk urusan hubungan internasional. Alasannya cuma satu, karena keren.
akhirnya terdamparlah saya di Jember. Entah bagaimana critanya, temen kuliah memanggil saya nenek. Padahal postur dan muka saya unyunya minta ampun đŸ˜‚đŸ˜‚đŸ˜‚đŸ˜‚đŸ˜‚. Usut punya usut, katanya dagu saya lancip macam nenek sihir đŸ˜…đŸ˜…. Takapalah, sekalian mengingatkan saya bahwa siksa kubur amat pedih đŸ˜Œ.
Selain nenek, ada juga yg manggil fulgoso. Motor honda astrea tahun uzur yg saya pakai tiap hari. Saya lupa bagaimana motor ini tetiba bernama fulgoso. Yg saya ingat itu nama anjing marimar, telenovela paling hits wktu itu. Yg tahu berarti seumuran saya  đŸ’ƒđŸŊ.Eh skrg ada lg ya?! đŸ˜‚đŸ˜‚.
Cukup lama saya menyelesaikan kuliah. 4,5 tahun. tak lama kemudian saya diterima sebagai video jurnalis atau vj di salah satu tv lokal di surabaya. Jtv. punyanya pak dahlan. saya ingat betul liputan pertama di sungai deket monkasel surabaya. waktu itu tentang limbah sungai yang didominasi popok bayi sekali pakai. di akhir berita, biasanya akan ditulis nama reporter. nama saya dinilai cukup pendek. rizqillah. kata pak korlip, nama yang cuma satu kata itu tak enak didengar pemirsa. seperti, 
"dari surabaya, rizqillah melaporkan". lah kan kayak ada yg ngganjel hahaha... ia pun mencoba menambahkan kata kedua. putri.
"ya salam..... muka rambo gini masak namanya putri mas" begitu kurang lebih obrolan saya waktu itu.
tanpa ada komando dan feeling apa apa, meluncurlah kata zaen di belakang nama saya.
"zaen ae mas jenenge bapakq"
"oke" katanya.

setahun di tempat kerja, saya ditempatkan di pos pendidikan. bersama wartawan pendidikan yang lain, saya dipanggil jesica. wew.... muka maimunah gini panggilan jesica haha... berawal dari liputan sebuah sekolah taman kanak-kanak elit di bilangan surabaya, disitulah awal mula panggilan jesica. saat itu, tiap anak TK sedang di absen gurunya. postur saya yang mirip dengan anak TK inilah yang membuat saya 'kecantol' jadi anak TK. entah bagaimana mereka memilih nama jesica untukku. begitulah, dikalangan wartawan pendidikan surabaya, saya lebih dikenal dengan nama jesica.

sedangkan teman sekantor masih memanggil saya dengan nama rizqillah zaen. sama seperti cita-cita almarhum bapak saya memberikan nama itu. kali ini, tak perlu rubah akte. biarkan jadi cerita saja.
ibu sayalah yang bercerita perihal nama ini. setelah tahu nama saya di tipi rizqillah zaen. blio bercerita bagaimana kata kedua itu bisa sempat hilang dari peradaban.
then time flies......

You May Also Like

0 comments